Lawan Hoaks, Aliansi Jurnalis Independen Targetkan Latih 3000 Fact-Checker

Tahun 2018 lalu, pada program yang sama AJI telah mentraining 2.622 jurnalis media nasional dan daerah serta kampus.

Lawan Hoaks, Aliansi Jurnalis Independen Targetkan Latih 3000 Fact-Checker
HANDOVER
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali menggelar Training Cek Fakta untuk jurnalis, pengelola newsroom dan publik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali menggelar Training Cek Fakta untuk jurnalis, pengelola newsroom dan publik.

Tahun ini, program yang didukung Internews dan Google News Initiative ini, menargetkan melatih 3000 pemeriksa fakta (fact-checker) jurnalis media, jurnalis kampus dan publik di lebih dari 25 daerah di Indonesia melalui sejumlah training cek fakta.

Baca: 5 Fakta Terbaru Pelaku Mutilasi Budi Hartanto Guru Honorer Kediri, Tersangka Menjerit Tengah Malam

Tahun 2018 lalu, pada program yang sama AJI telah mentraining 2.622 jurnalis media nasional dan daerah serta kampus.

Dalam rilisnya, Sekjend AJI Indonesia Revolusi Riza Zulverdi mengatakan, training cek fakta memberi dampak perubahan di ruang redaksi.

“Newsroom lebih berhati-hati agar tidak terjebak menyebarkan hoaks yang muncul di sosial media sebagai bahan berita,” katanya, saat pembukaan Training of Trainers (ToT) Google News Initiative 2019, di Bintaro, Tangerang Selatan, pada Kamis  11 April 2019 lalu.

Baca: 25 Relawan KSR PMI Sulsel Belajar Jurnalistik, Ini Tujuaanya

Pembukaan training yang dimulai dengan ToT GNI berlangsung Kamis-Minggu, 11-14 April 2019, melibatkan 40 jurnalis dari berbagai media, freelance dan perwakilan anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Ia mencontohkan dampak signifikan dirasakan ketika terjadi bencana Palu 2018 lalu.

“Saat tsunami Palu sulit melakukan verifikasi dan konfirmasi. Tidak berapa lama muncul gambar  dan video di media sosial tapi belum dapat dikonfirmasi. Ada kehati-hatian di newsroom memberitakan bencana di Palu, tidak seperti gempa di Jakarta 2017 yang sempat muncul banyak misinformasi,” katanya.

Baca: 3 Kemungkinan Penyebab Facebook Down, Instagram Down & WhatsApp Down Hari ini

Program ini diharapkan dapat meningkatkan skill jurnalis dan newsroom melakukan verifikasi konten video, gambar dan informasi yang beredar di sosial media, memastikan kebenarannya sebelum mendistribusikan kembali ke publik yang lebih luas  agar tingkat kepercayaan masyarakat kepada media tetap terjaga.

Ia juga berharap newsroom semakin aktif melakukan cek fakta informasi yang bersumber dari sosial media, terutama saat Pemilu 2019.

Melalui program ini, AJI kembali menjalin kerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), newsroom media, dan kampus untuk menyelenggarakan training. Permohonan kerja sama dapat dilakukan dengan mengisi formulir ini: http://bit.ly/Permohonan_ TrainingCekFakta_GNI2019.

Saat ini AJI memiliki 90 jurnalis sekaligus trainer fact checker yang siap dikirimkan ke berbagai daerah untuk memberikan training Cek Fakta di newsroom dan kampus. AJI juga sedang menyiapkan kelas online agar pengetahuan trainer pada perkembangan tools-tools yang digunakan dan akan diberitakan dalam training terus terupdate dan meningkat.(*)

Silakan Subscribe Youtube Resmi Tribun Timur untuk news update:

Baca: Tagar Terima Kasih Istriku Trending Saat Ini, Kenapa Foto Iriana Jokowi yang Ramai? Gus Nadir Ikutan

Baca: Pantasan Jokowi Berani Tanya Prabowo e-Sport Mobile Legends, Kaesang Bocorkan Rangking MMR DOTA 2

Baca: Live Streaming Liverpool vs Chelsea Pukul 22.30 WIB Malam Ini di RCTI, Prediksi Skor & Pemain

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved