Edisi Kedua Sebar Kisah Theory of Discoustic Akan Digelar di Kota Makassar

Konsep Sebar Kisah awalnya digarap TOD untuk bermain di beberapa titik di kota Makassar - kampus hingga kafe-dengan mengadopsi gaya busking.

Edisi Kedua Sebar Kisah Theory of Discoustic Akan Digelar di Kota Makassar
HANDOVER
Saat menampilkan Pentas Sebar Kisah edisi perdana Theory of Discoustic (TOD) sebagai upaya untuk menyebarkan album La Marupe' di Laku Pattiserrie pada 10 Maret 2018 lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Edisi kedua Sebar Kisah bukan hanya tentang penyajian La Marupe', tapi repertoar lengkap Theory of Discoustic (TOD) untuk pertama kalinya akan ditampilkan di Kota Makassar.

Sebar Kisah kedua akan digelar di Essprezza Coffee Jl Mappanyukki Kota Makassar pada (28/4/2019).

Baca: Dimintai SIM dan STNK, Burhanuddin Tikam Azis di Jl Pandang Raya Makassar

Tak hanya TOD, edisi ini juga mengajak publik untuk menyimak tiga unit musik Makassar dengan corak berbeda: Skin & Blister (indie pop), From Dust to Beyond (post rock), Soleluna (ambience/ electronic).

Keempat unit ini nantinya akan ditemani oleh permainan visual dari salah seorang seniman visual Makassar, Rais/Rice.

Sejak setehun lebih Sebar Kisah edisi perdana diadakan Theory of Discoustic menghelat pentas sebagai upaya untuk menyebarkan album La Marupe' di Laku Pattiserrie pada 10 Maret 2018 lalu.

Baca: Bawaslu RI Sebut 15 Daerah Rawan Pemilu, Saiful Jihad: Sulsel Cuma Katergori Sedang

Konsep Sebar Kisah awalnya digarap TOD untuk bermain di beberapa titik di kota Makassar - kampus hingga kafe-dengan mengadopsi gaya busking.

Namun, kendala teknis dan non-teknis yang senantiasa muncul membuat TOD harus menunda atau lebih bersabar untuk melanjutkan Sebar Kisah.

Anggota TOD, Dian Mega mengatakan, media penyebaran La Marupe' tentunya selain merilis CD dan tersedia di situs TOD juga akun layanan musik mereka di SoundCloud tergantikan dengan aneka jenis panggung di kota Makassar.

Baca: Bawaslu Sulawesi Tengah Fokus Pengawasan Politik Uang di Masa Tenang

Bermain di Soundrenaline 2018 di Bali, tur beberapa kota untuk satelit festival Rock In Celebes 2018, sampai berbagi panggung dengan Suarasama pada Kongres Kebudayaan Indonesia akhir tahun 2018.

"Cakupan publik untuk mendengarkan La Marupe' secara lebih terbuka memunculkan beberapa ulasan musik dari beberapa media di Indonesia yang menaruh perhatian pada tema lirik dan kualitas musik album tersebut," katanya dalam rilis ke Tribun Timur, Jumat (12/4/2019).

Selain itu La Marupe' dinobatkan sebagai album terbaik Indonesia 2018 yang tidak hanya datang dari media budaya kontemporer dan media musik Indonesia (Vice Indonesia, HAI Online, dan Warning Magz), tapi juga TOD didaulat sebagai salah satu Tokoh Seni Pilihan 2018 sekaligus La Marupè sebagai album terbaik 2018 pilihan Majalah Tempo.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved