Sidang Korupsi Pohon Ketapang di PN Makassar Digelar Hingga Malam

Pada pekan lalu, persidangan kasus ini yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yamto Suseno dan dua hakim anggota Paelori dan Muhammad Syakir

Sidang Korupsi Pohon Ketapang di PN Makassar Digelar Hingga Malam
hasan/tribun-timur.com
Syahrir Cakkari 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --  Pengadilan  Negeri Makassar kembali menggelar sidang kasus dugaan  korupsi proyek pengadaan  7.000 proyek bibit pohon ketapang kencana, Rabu (10/04/2019).

Sidang  yang mendudukan dua terdakwa yakni mantan Kepala Dinas Koperasi dan Uusaha mikro dan kecil (UMKM) Gani Sirman dan Budi Susilo (Kabid Pertanaman), Buyung Haris (Honorer), serta Abu Bakar Muhajji (pensiunan), digelar hingga malam hari.

Pada pekan lalu, persidangan kasus ini yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yamto Suseno dan dua hakim anggota Paelori dan Muhammad Syakir juga  digelar hingga pukul 02.30 Wita dini hari.

"Sidang masih berlangsung terhadap saksi 3 orang terakhir  tapi saya bergantian dengan kawan lawyers lainnya," kata Kuasa Hukum terdakwa, Syahrir Cakkari, Rabu (10/04/2019) sekitar pukul 20.00 Wita malam.

Syahrir mengatakan dalam sidang pertama sudah selesai sekitar pukul 14.00 Wita siang. Lalu, dilanjutkan untuk pemeriksaan saksi lain.

Adapun saksi dihadirkan JPU sebanyak  5 orang saksi, yaitu Asdar (Ketua Pokja), Abd Gany (Ketua Pokja), Novi (staft Kabid Penghijauan), Ilham (staft lingkungan hidup) dan  mantan bendahara di Dinas Lingkungan Hdup.

Gani bersama Budi Susilo (Kabid Pertanaman), Buyung Haris (Honorer), serta Abu Bakar Muhajji (pensiunan), berurusan dengan hukum karena diduga melakukan mark up harga poho ketapang.

Dari informasi diperoleh tribun diduga dalam pengadaan itu terdapat selisih Rp2,4 miliar.  Pasalnya harga perbatang bibit yang diusulkan sangat mahal  sebesar Rp1 juta/batang pohon.

Sedangkan harganya dipasaran hanya sekitar antara Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Pengadaan 7000 bibit pohon Ketapang oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Makassa rencana ditanam di empat jalur Makassar.

Diantaranya Jl Jenderal Sudirman, Jl Mongisidi-Jl H Bau, Jl Pasar Ikan-Jl Ujung Pandang- Jl Riburane, serta Jl Ahmad Yani-Jl Masjid Raya.

Untuk tahap pertama, menghabiskan lebih dari 2.000 bibit Ketapang dan dilakukan pada Agustus lalu. Berdasarkan penganggaran tahun 2016, program penanaman tersebut dilakukan di 12 jalur dengan empat kali tahapan

Berdasarkan hasil audit perhitungan dalam perkara ini taksiran Kerugian negara yang ditimbulkan terdakwa mencapai Rp. 1.775.953.354.

Gani Sirman pada saat  itu menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Pemkot Makassar.

Atas perbuatan terdakwa diancam pidana hukuman 20 tahun penjara. Ancaman hukuman itu sesuai dengan pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa.

Yakni, pasal 2 dan 3 undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dalam UU nomor 20 tahu  2001, tentang pemberantasan korupsi. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved