Kasus Pembunuhan Karyawati UNM

Kasus Pembunuhan Karyawati UNM - Polisi Benarkan Wahyu Jayadi Sering Telponan dengan Zulaeha

Penyidik Satreskrim Polres Gowa telah berhasil mengantongi jejak percakapan Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar.

Kasus Pembunuhan Karyawati UNM - Polisi Benarkan Wahyu Jayadi Sering Telponan dengan Zulaeha
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Wahyu Jayadi ketika digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Minggu (24/3/2019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa telah berhasil mengantongi jejak percakapan Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar.

Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Muh Rivai membenarkan jika Wahyu Jayadi sering komunikasi melalui smartphone dengan Siti Zulaeha Djafar.

Polisi menemukan adanya durasi-durasi teleponan antara keduanya sebelum pembunuhan.

Baca: Polisi Belum Temukan Fakta Soal Pengadaan Barang Wahyu Jayadi

Baca: 3 Fakta Terbaru Pembunuhan Siti Zulaeha oleh Pejabat UNM Dr Wahyu Jayadi, Bantuan Telkom ke Polisi

Baca: Polisi Akhirnya Kantongi Jejak Percakapan Siti Zulaeha dan Wahyu Jayadi

 

Hal itu diperoleh dari hasil jejak percakapan Siti Zulaeha Djafar yang diperoleh dari bank data server di operator layanan telepon.

"Iya. Kami menemukan adanya durasi-durasi percakapan korban dan pelaku sebelum pembunuhan," kata Rivai di Mapolres Gowa, Kamis (11/4/2019).

Meski demikian Rivai enggan menceritakan secara gamblang apa pembahasan korban dan pelaku. Rivai menuturkan, durasi dan intensitas percakapan antara pelaku dengan korban baru bisa dibuka secara gamblang di pengadilan.

"Itu akan dibuka di pengadilan. Nanti akan tergambar di sana durasi-durasi percakapannya," tandas Rivai.

Diketahui telepon seluler iPhone X milik Zulaeha sebelumnya dihancurkan oleh Wahyu Jayadi. Dosen UNM yang mencoba menghilangkan jejak ini memukul telepon Zulaeha dengan batu lalu membuangnya di selokan kampus UNM.

Meski tersangka melakukan pengurusan, polisi masih memiliki jalan lain. Jejak percakapan pelaku dan korban akhirnya diperoleh setelah berkoordinasi dengan Telkom.

Jejak percakapan tersebut diperoleh penyidik dari bank data server di operator layanan telepon. Jejak percakapan ini menjadi bukti petunjuk dalam pengungkapan motif pembunuhan yang dilakukan Wahyu Jayadi.

Polisi mencoba mengembangkan temuan tersebut untuk menggali motif lain dalam perbuatan Wahyu Jayadi.

Polisi masih terus melakukan pengembangan hingga saat ini. "Untuk motif pembunuhan ini, sampai saat ini kita masih terus mendalami," tandas Rivai.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved