Mahasiswa di Sinjai Demo, Protes Retribusi di Jalan Poros Menuju Tahura Abd Latief

Menurut mahasiswa, besarnya pungutan Rp 5.000 per orang. Pendemo meminta pungutan itu dihapus

Mahasiswa di Sinjai Demo, Protes Retribusi di Jalan Poros Menuju Tahura Abd Latief
TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI
Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Sinjai menggelar demo, Senin (8/4/2019), memprotes pungutan di jalan poros menuju Tahura Abdul Latief. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Sinjai menggelar unjuk rasa di dua lokasi, yakni kantor Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan serta kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Senin (8/4/2019).

Mahasiswa protes di dua instansi itu, karena menduga ada pungutan retribusi oleh oknum petugas di luar area Taman Hutan Raya (Tahura) Abd Latief, Desa Batubelerang, Kecamatan Sinjai Borong.

Baca: Bursa Liga 1 - Persija Incar Pemain Naturalisasi, Striker Persebaya Gabung Arema, PSM 29 Pemain

Baca: 36 Sekolah Swasta di Kabupaten Maros Siap Gelar UNBK Mandiri

Baca: Setelah Aniaya Audrey, Lihat Instagram Story Pelaku yang Mengata-ngatai dan Nantang

Mahasiswa mengungkapkan, pungutan terjadi di Jalan Poros Ma'ra ke Sinjai Borong. "Kami pertanyakan kenapa ada pungutan retribusi di Jalan Poros Ma'ra-Mattiro Tasi. Sementara pintu masuk Tahura berada di dalam," kata koordinator lapangan (korlap) aksi, Irwan.

Menurut mahasiswa, besarnya pungutan Rp 5.000 per orang. Pendemo meminta pungutan itu dihapus dan tidak dilakukan di jalan poros.

Keindahan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief terekam kamera tim Tribun Timur Enjoy Celebes 2018 di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulsel, Kamis (18/1/2018).
Keindahan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief terekam kamera tim Tribun Timur Enjoy Celebes 2018 di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulsel, Kamis (18/1/2018). (SANOVRA JR)

Mereka juga protes Pemkab Sinjai yang membuat kebijakan memungut retribusi dalam Tahura. Padahal, Tahura milik publik yang dikelola oleh pemerintah.

Mahasiswa berharap, fasilitas itu dibuka untuk masyarakat luas demi pengembangan dan penelitian wisata alam, tanpa harus memungut biaya dari warga yang berkunjung.

Menanggapi demo itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Yuhadi Samad, mengatakan, tidak ada pungli di lokasi Tahura dan yang ada adalah retribusi.

"Tidak ada pungli, yang ada adalah retribusi yang sudah sesuai Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2017. Ini pun dilakukan di pintu masuk Tahura Abd Latief," kata Yuhadi Samad.

Keindahan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief terekam kamera tim Tribun Timur Enjoy Celebes 2018.
Keindahan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief terekam kamera tim Tribun Timur Enjoy Celebes 2018. (SANOVRA JR)

Ia menegaskan, jika menemukan pegawai dinas pariwisata melakukan pungli, silakan lapor ke instansinya.

Yuhadi juga akan meminta petugas dinas pariwisata tidak keluar jalan poros Mattiro-Ma'ra menarik retribusi.

Tahun Lalu Dapat Rp 40 Juta

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Yuhadi Samad, menjelaskan, tahun 2018 lalu, instansinya memeroleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Taman Hutan Raya (Tahura) Abd Latief sebanyak Rp40 juta lebih.

Sejumlah mahasiswa di Sinjai gelar unjuk rasa, Senin (8/4/2019), memprotes pungutan di jalan menuju Tahura Abd Latief di Kecamatan Sinjai Borong.
Sejumlah mahasiswa di Sinjai gelar unjuk rasa, Senin (8/4/2019), memprotes pungutan di jalan menuju Tahura Abd Latief di Kecamatan Sinjai Borong. (TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI)

Tahun ini, Dinas Pariwasata Sinjai akan terus mengembangkan objek-obyek wisata potensial di daerah itu.

Tahun 2018 lalu, pemerintah daerah mempermulus akses jalan dari Sinjai Borong ke Tahura Abd Latief.

Tujuannya, agar semakin banyak warga berkunjung ke objek wisata itu. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Insan Ikhlas Djalil
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved