Bengkel Sastra UNM Akan Hadirkan Pendogeng Dunia

Tak hanya itu, para panitia akan mengundang aktris, aktor, penyair lokal hingga pendogeng internasional.

Bengkel Sastra UNM Akan Hadirkan Pendogeng Dunia
Tribun/Nur Fajriani
Panitia Bengkel Sastra FBS UNM berkunjung ke Kantor Tribun Timur, Selasa ((9/4/2019) sore. 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pentas Tahunan Bengkel Sastra Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) bakal dihelat Selasa (30/4/2019) malam mendatang.

Pentas yang merupakan ajang tahunan ini akan mempersembahkan berbagai penampilan dari seluruh anggota Bengkel Sastra.

Tak hanya itu, para panitia akan mengundang aktris, aktor, penyair lokal hingga pendogeng internasional.

Mereka yakni Nilam Sari aktris pada pentas diantaranya Teater Kita Makassar “Tragos Of Bagang” sutradara Asia Ramli Prapanca 2013, Fitriansal Sinauleng aktor dalam jejak sawerigading di Graha Bakti TIM Jakarta, Alamsyah Alimuddin aktor peran diberbagai pementasan teater, diantaranya, aktor dalam naskah Tannia Andi karya Prusdianto Jalil dan Muh Bismar di FESTAMASIO VII Bandung 2015.

Aswati Asri pembaca puisi yang telah meraih beberapa penghargaan seperti juara 1 dan 2 baca puisi festival nasional, Juara Festival Teater 2 Makassar, PEKSIMINAS Tangkai Teater, dan juara 2 lomba karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional dan Rosita Desriani.

Serta Pendongeng Abdul Hakim Alumni S2 di Southeast Asian Studies, Ohio University USA 2013 yang beberapa tahun terakhir, telah membawa dongeng keliling Nusantara, Australia, Eropa, hingga Negeri Paman sam (Amerika Serikat).

Panitia pentas tahunan Bahar saat berkunjung ke Tribun Timur, Selasa (9/4/2019) mengatakan konsep pentas tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Seperti kami hadirkan orang-orang yang dulunya merupakan anggota Bengkel Sastra dan telah meraih prestasi hingga kancah internasional,” katanya.

Kegiatan yang mengusung tema “Kita” ini akan mementaskan empat devisi yakni Teater Modus Spionase, Tari Adopsi yang Candu, Sastra Dongeng Puisi dan Musik Petang yang Kalut.

Seluruh penampilan nantinya akan menceritakan tentang kondisi masyarakat yang tengah dialami saat ini seperti fenomena hoax, pergeseran budaya dan pendidikan.

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved