Sudah Bayar Rp 750 Ribu, Pasangan Suami Istri di Sinjai Batal Miliki Buku Nikah

Mereka didampingi Kepala Desanya, Ambo Tuo dengan harapan segera disidang untuk mendapatkan buku akte nikah.

Sudah Bayar Rp 750 Ribu, Pasangan Suami Istri di Sinjai Batal Miliki Buku Nikah
HANDOVER
Yusuf dan Marni warga Desa Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai sedang bermohon sidang isbat di PN Agama Sinjai, Senin (8/4/2019).

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Sepasang suami istri asal Desa Lasiai bernama Yusuf (37) dan Marni mengaku kecewa karena tidak dapat mengikuti sidang isbat permohonan Buku Nikah di Pengadilan Agama Sinjai, Senin (8/4/2019).

Sekitar pukul 10.00 Wita, keduanya mendatangi kantor Pengadilan Agam Sinjai.

Mereka didampingi Kepala Desanya, Ambo Tuo dengan harapan segera disidang untuk mendapatkan buku akte nikah.

Baca: Kerap Jadi Tempat Isap Lem, Polis Sinjai Akan Patroli di Lapangan Sinjai Bersatu

Mereka dengan membawa berkas dari kantor Desa Lasiai dan langsung melakukan registrasi di bagian pelayanan Pengadilan Negeri Agama Sinjai dengan membayar Rp 750 ribu.

Usai diterima berkasnya oleh petugas dan ditelitinya. Tak lama kemudian oleh petugas setempat menolak permohonan sidang mereka meski sudah membayar.

"Warga kami kasian kalau sudah membayar Rp 750 ribu lalu tidak bisa sidang dan mendapatkan buku nikah. Apalagi pasangan suami istri ini warga miskin di desa kami," kata Ambo Tuo kepada TribunSinjai.com.

Baca: Jelang Ramadan, CCTV Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai Dirusak

Mereka dipersilahkan kembali ke desanya untuk melengkapi berkasnya dan kembali harus mendaftar biaya administrasi di kantor tersebut.

Ambo Tuo berharap agar pihak Pengadilan Agama di Sinjai tidak memberlakukan warga demikian sebab dinilai cukup merugikan warga apalagi jika warga tersebut adalah warga miskin.

Dia berharap kepada petugas di Pengadilan Agama di Sinjai untuk menyeleksi lebih awal berkas yang disodorkan warga.

Baca: Jadwal Lengkap MotoGP 2019 Amerika Live Trans 7 Marquez, Dovi, Rossi Adu Cepat Lagi

"Jika tidak lengkap maka disampaikan tidak lengkap. Jangan meminta warga membayar baru disampaikan bahwa berkas Anda tidak lengkap, ini merugikan warga," kata Ambo Tuo.

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved