Begini Cara None Atasi Konvoi Pelajar Pasca Ujian Nasional 2019

“Euforia telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan bisa diungkapkan dan diekspresikan dengan banyak kegiatan positif,” katanya.

Begini Cara None Atasi Konvoi Pelajar Pasca Ujian Nasional 2019
Hasan Basri/Tribun timur
Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) 2019 untuk siswa SMK telah selesai, Senin (28/3/2019). Momen ini dirayakan dengan aksi konvoi dan corat coret baju di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) punya cara tersendiri, dalam mencegah terjadinya aksi konvoi para pelajar pasca pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019.

Salah satu caranya dengan menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi para pelajar yang ingin melakukan aksi sosial atau pentas seni siswa di sekolahnya.

Baca: PSSI Sulsel Wacanakan Liga Sekolah Sepakbola Bergulir Tahun Ini

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi siswa yang ingin menggelar kegiatan positif pasca ujian.

"Dari pada pergi konvoi lebih bagus diadakan pentas seni, ataukah kegiatan sosial yang bermanfaat untuk orang banyak. Dari pada konvoi jujur itu menyusahkan orang, dan membahayakan bagi anak-anakku," kata Kadis yang akrab disapa None, Senin (8/4/2019).

Tentu kata None, aktifitas ini lebih bermanfaat dan terlihat pelajar kita seorang pelajar yang berpendidik.

Baca: MNP Beroprasi Penuh, AlFI Sulselbar: Distribusi Logistik Makin Baik

“Euforia telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan bisa diungkapkan dan diekspresikan dengan banyak kegiatan positif,” katanya.

Ia mencontohkan, banyak sekolah yang membuat kegiatan yang sifatnya ekspresi senang tetapi tidak sampai mengganggu masyarakat.

Kegiataanya justru produktif seperti kegiatan persiapan kelanjutan pendidikan ke jenjang berikutnya tapi dalam bingkai yang lebih santai.

"Saya harap pihak sekolah membuat kegiatan lebih positif, terutama mengisi kekosongan waktu usai ujian. Sekali lagi, jangan ada yang konvoi. Itu tidak mendidik dan hanya merusak dan menimbulkan dampak buruk bagi anak didik dan orang lain," ujarnya.

Baca: Wawan Mahasiswa Makassar Berani Tampar Kanit Provos saat Demo, Begini Nasibnya Sekarang

None menegaskan, para siswa yang mengabaikan himbauan ini maka segala resiko yang timbul merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing peserta didik.

Meski begitu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel juga telah berkoordinasi dan bersurat kepada pihak kepolisian ditiap daerah (Polres) agar turut mengantisipasi aktifitas konvoi peserta didik tersebut.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, Saldy

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved