Penyaluran Bantuan SLT Baznas Enrekang Diawasi Pengawas Pemilu

Terpisah pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin, mengatakan Baznas dan jajarannya harus bebas dari kepentingan politik praktis.

Penyaluran Bantuan SLT Baznas Enrekang Diawasi Pengawas Pemilu
HANDOVER
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Baraka mulai melakukan pendistribusian Santunan Langsung Tunai (SLT) tahap satu 2019 untuk warga kurang mampu. 

TRIBUNENREKANG.COM, BARAKA- Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Baraka mulai melakukan pendistribusian Santunan Langsung Tunai (SLT) tahap satu 2019 untuk warga kurang mampu.

Dalam pendistribusian bantuan itu, UPZ Baraka menggandeng Pemerinta desa dan Panitian Pengawas Lapangan (PPL) lewat Koordinasi dengan Panwascam.

Baca: Bawaslu Enrekang Ajak Personel TNI-Polri Awasi Pemilu 2019

Ketua UPZ Kecamatan Baraka, Rudi Hartono, pihaknya sengaja menggandeng PPL demi menjaga netralitas UPZ dan Baznas Kabupaten Enrekang dalam setiap pendistribusian bantuan.

"Hari ini ada kegiatan pendistribusian, berupa uang tunai sebanyak Rp 450 ribu yang diterima per tiga bulan dan ini ini bertepatan dengan momentum Pemilu 2019. Makanya ada PPL agar independensi kita terjaga," kata Rudi Hartono, kepada TribunEnrekang.com, Minggu (7/4/2019) sore.

Menurutnya, Baznas dan PPL sebagai lembaga Pemilu tentu ingin menciptakan Pemilu damai dan bermartabat.

Baca: Target Tingkatkan Partisipasi Pemilu 2019, KPUD Maros Gelar Lomba Lari

Terpisah pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin, mengatakan Baznas dan jajarannya harus bebas dari kepentingan politik praktis.

Apalagi, sekarang suasana tidak kondusif dan sangat sensitif, gerak gerik kita sangat mudah diplintir ke hal negatif dalam momentum Pemilu.

"Kami punya personil UPZ di lapangan sekitar 800 orang. Secara hak pilih mereka punya tapi sebatas memilih di TPS pada tanggal 17 April 2019 nanti. Tidak boleh ikut menjadi tim sukses dan berkampanye," ujarnya.

Ia pun mengimbau, kepada seluruh jajaran Baznas Enrekang agar ikut menyukseskan pesta demokrasi tahun ini dan menolak money politik, Golput dan hoaks.

Baca: Ustadz Adi Hidayat Ungkap Pilihan Capres Para Ulama TGB dan UYM Pilih No 1, UAH dan UAS Pilih No 2

Santnan langsung tunai ini bersifat konsumtif, sebab merupakan kebutuhan pokok mustahik. jika di tunda akan jadi masalah bagi mustahik.

Apalagi penerimanya adalah warga kurang mampu yang rata-rata jompo, cacat dan sakit menahun.
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com @whaiez

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved