Menurut Mahfud MD, Indonesia Bubar Jika Kebiasaan Ini Terus Dilakukan

Kali ini, Unhas sebagai kampus ketiga pelaksanaan dialog kebangsaan yang bertajuk "Milenial Wujudkan Indonesia Emas 2045, Siapa Takut?"

1.

Dalam sambutannya, Prof Arsunan menyampaikan rasa syukurnya dengan kehadiran Mahfud MD dan tim di Universitas Hasanuddin.

"Kita kehadiran tamu luar biasa pagi ini. Kepada Prof Mahfud, dan pemateri yang lain, saya berterima kasih mewakili Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu yang saat ini berada di Belanda," kata Prof Arsunan.

Selain itu, Prof Arsunan juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa yang hadir, bahwa posisi generasi milenial sangat strategis dan kelak akan mengambil alih estafet kepemimpinan bangsa.

"Untuk mempersiapkan pemimpin masa depan tersebut, salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah gerakan Suluh Kebangsaan ini. Selain itu, Unhas juga tak luput mempersiapkan hal tersebut, salah satunya dengan Seleksi Mahasiswa Baru Program Pembinaan Bakat Kepemimpinan Bagi Ketua OSIS," katanya.

Dalam pemaparannya, Mahfud MD menekankan pentingnya generasi milenial mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045.

"Saat ini kaum milenial menghadapi era digital dan disrupsi, dimana ada banyak perubahan yang tidak terbayangkan," katanya.

"Dulunya orang kalau mau berbisnis harus punya ‘kantong besar’. Sekarang, ada ide sudah bisa mendapatkan uang banyak seperti Grab," jelas Mahfud.

Mahfud mengutip perkataan Presiden Pertama RI, Soekarno, bahwa "Kemerdekaan adalah jembatan untuk menuju Indoneisia emas". Indonesia emas yang dimaksud adalah kondisi Indonesia yang adil dan makmur, beradab, dan kekayaan alam bisa dinikmati bersama. Kondisi ini diharapkan terjadi pada 2045, yaitu Indonesia tepat berumur 100 tahun.

Selain itu Mahfud juga menyinggung soal pandangan Indonesia akan bubar 2030. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 belum tentu terwujud atau bisa saja bubar. Mahfud mencontohkan pada zaman nabi ada dua negara yang besar, yaitu Romawi dan Persia yang akhirnya runtuh juga.

"Jadi Indonesia bisa jadi Indonesia emas atau bubar, tergantung bagaimana menggunakan jembatan emas dan peluang-peluang yang ada," katanya.

Selanjutnya
2.
Halaman
Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved