Lahan Belum Dibayar, Proyek RS Regional Bone Batal

Dari dua titik ini, lahan yang belum siap itu berada di kabupaten Bone, yang merupakan daerah kelahiran Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Lahan Belum Dibayar, Proyek RS Regional Bone Batal
saldy/tribun-timur.com
Gambar RS Regional Pemprov Sulsel di kota Palopo. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Satu dari dua rencana pembangunan RS Regional Pemprov Sulsel terancam gagal. Pembangunan rumah sakit ini terkendala lahan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr dr Bahtiar Baso mengaku belum bisa melelang proyek pembangunan konstruksi rumah sakit karena terkendala lahan.

Rencananya, ada dua lokasi pembangunan rumah sakit yaitu di kota Palopo dan kabupaten Bone.

Dari dua titik ini, lahan yang belum siap itu berada di kabupaten Bone, yang merupakan daerah kelahiran Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

"Informasi yang saya dengar, lahan yang akan dibangun rumah sakit ini belum dilakukan pembayaran," katanya.

Berbeda dengan di kota Palopo, untuk kota Palopo lahan sudah siap. Lahan yang akan dibangun RS di kota Palopo adalah lahan milik Pemprov Sulsel sendiri, sehingga tidak ada kendala.

Terkait dengan dokumen pelaksanaan lelang proyek konstruksi rumah sakit, Dinas Kesehatan Sulsel kata Baso telah merampungkan dokumennya.

Salah satu dokumen itu adalah perjanjian pembangunan berlanjut (multi years) dari 2019-2020 yang diteken antara Pemprov Sulsel dan DPRD Sulsel. Ini tujuannya untuk memastikan anggaran di tahun berikutnya tersedia.

"Jadi ini satu kali kita lelang proyeknya. Cuman pelaksanaannya itu dibagi dalam dua tahap karena anggarannya terbatas," ujar Baso, dikonfirmasi via telepon, Minggu (7/4/19) malam.

Lanjut Baso, baru-baru ini pihaknya melakukan revisi anggaran pembangunan rumah sakit. Dimana anggaran bertambah dari Rp 140 miliar menjadi Rp 150 miliar.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved