Berjualan Lammang Jeneponto Daeng Jinne Bisa Raub Rp 15 Juta Per Hari

Berjualan makanan khas Kabupaten Jeneponto, Lammang, mendatangkan omset berlimpah untuk Saenab daeng Jinne (42).

Berjualan Lammang Jeneponto Daeng Jinne Bisa Raub Rp 15 Juta Per Hari
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Saenab daeng Jinne (42) penjual Lammang di kecamatan Bangkala Jeneponto mampu meraup omset hingga 15 juta per hari, Sabtu (6/4/2019) 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU -  Berjualan makanan khas Kabupaten Jeneponto, Lammang, mendatangkan omset berlimpah untuk Saenab daeng Jinne (42).

Penjual Lammang di Pasar Allu Paccelang, Kecamatan Bangkala Jeneponto ini mampu meraup omset hingga 15 juta perhari di hari Sabtu dan Minggu.

Sementara untuk hari-hari biasa seperti Senin sampai Jumat daeng Jinne bisa meraup hingga Rp 13 juta.

Baca: Gara-gara Mabuk Ballo, Kakak-Adik di Takalar Ini Duel Berdarah! Pingsan di Jalan dan Bersimbah Darah

Baca: Cicely Band dan Elmarikustik Awali Konser Musik KPU Wajo

Baca: 75 Menit Diperiksa Bawaslu, Bupati Jeneponto Dicecar 20 Pertanyaan

Sudah lima belas tahun Daeng Jinne menjajakan Lammang di pinggir jalan poros Jeneponto-Makassar ini.

"Kalau lamanya mungkin adami 15 tahun," kata Saenab daeng Jinne saat ditemui TribunJeneponto.com di tempat jual Lammangnya, Sabtu (6/4/2019) siang.

Wanita yang akrab disapa daeng Jinne ini mengaku Ia mampu menghabiskan 500 sampai 600 liter beras ketan hitam dan putih dalam sehari.

"Kalau hari-hari biasa saya bisa dapat Rp 13 juta sementara hari-hari ramai seperti Sabtu minggu sampai 15 juta dengan menghabiskan 600 liter beras ketang yang terdiri dari beras ketan hitam dan putih," jelasnya.

Kios tempat deng Jinne ini menjual memang terkenal besar dibanding penjual Lammang disekitarnya.

Ia bersama 20 karyawan lainnya mampu membuat ribuan Lammang.

Karyawan itu adalah tetangga-tetangganya sendiri.

Halaman
12
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved