NTB Terus Bangkit Pascagempa, Diversifikasi Ekonomi Jadi Kunci Melesatkan Perekonomian

Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/4/2019).

NTB Terus Bangkit Pascagempa, Diversifikasi Ekonomi Jadi Kunci Melesatkan Perekonomian
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM-Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bambang meminta pemerintah Provinsi NTB terus mendorong proses rehabilitasi pascarangkaian gempa di Lombok, akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2018 lalu.

“Kita tidak ingin saudara-saudara kita tertinggal di daerah yang belum sepenuhnya pulih. Rehabilitasi, rekonstruksi, membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan harus diprioritaskan,” ujar Menteri Bambang dikutip dari rilis yang diterima tribun-timur.com

Proses rehabilitasi tersebut sudah pasti mempengaruh pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan.

Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi NTB mengalami penurunan, bahkan terkontraksi minus 4,56 persen di 2018. Apabila tanpa tambang, PDRB NTB tumbuh sebesar 3,08 persen.

Perlambatan ekonomi non tambang disebabkan bencana alam yang menimpa NTB di triwulan III 2018. Sementara tambang dan penggalian mengalami penurunan di 2015-2018.

Nilai ekspor NTB juga mengalami fluktuasi di 2012-2018, dengan komoditas utama bijih tembaga. Sebagai penyumbang perekonomian terbesar NTB, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Begitu pula sektor perdagangan besar dan eceran meningkat dalam empat tahun terakhir. Meskipun, pertumbuhan PDRB ketiga sektor menurun di 2018,” jelas Menteri Bambang.

Menurut Bambang, permasalahan NTB adalah pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dan berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat kemiskinan masih cukup tinggi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cukup rendah di bawah nasional, meskipun terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kabupaten Sumbawa Barat berkontribusi paling tinggi terhadap PDRB NTB dengan sumbangan 18,61 persen. Berbanding terbalik dengan Kota Bima yang berkontribusi 2,95 persen terhadap PDRB provinsi. Rata-rata pertumbuhan ekonomi tertinggi juga berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat 23,48 persen, disusul Kota Mataram 5,67 persen,” jelas beliau.

Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro (KEMENPPN/BAPPENAS)
Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved