Amien Rais Jadi Saksi dalam Kasus Ratna Sarumpaet, 'Keadaan Seperti Tertekan, Tiga Giginya Tanggal'

Sidang kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet berlanjut, Kamis (4/4/2019).

Amien Rais Jadi Saksi dalam Kasus Ratna Sarumpaet, 'Keadaan Seperti Tertekan, Tiga Giginya Tanggal'
Tribunnews.com/Taufik
Amien Rais Jadi Saksi dalam Kasus Ratna Sarumpaet, 'Keadaan Seperti Tertekan, Tiga Giginya Tanggal' 

"Kolektif, karena beliau adalah salah satu tim pemenangan Pilpres," ungkap Amien.

Dalam kasus ini, Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca: Dulu Sama-sama di Tim Prabowo, Ratna Sarumpaet Nangis Diperlakukan Begini oleh Nanik S Deyang

Baca: Ekspresi Ratna Sarumpaet Saat Sidang Kasus Hoax, Kemana Artis Atika Hasiholan Sang Buah Hati?

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Atiqah Hasiholan, Aktris Papan Atas Indonesia, Putri Ratna Sarumpaet

Ada Apa? Detik-detik Ratna Sarumpaet Nangis saat Timses Prabowo Bersaksi di Pengadilan11
Ada Apa? Detik-detik Ratna Sarumpaet Nangis saat Timses Prabowo Bersaksi di Pengadilan11 (Tribunnews)

Tahu dari Media Online

Amien Rais mengaku mendapatkan informasi penganiayaan yang menimpa terdakwa Ratna Sarumpaet dari media online dan laman YouTube pada 2 Oktober 2018.

"Tanggal 2 Oktober 2018 pagi, saya membuka Detik.com, kemudian di situ ada berita Ratna Sarumpaet dianiaya. Kemudian, saya melihat di YouTube, Ibu Ratna seperti kena penganiayaan berat," kata Amien dalam persidangan.

Amien langsung menghubungi rekan-rekannya dari Partai Gerindra untuk menyampaikan informasi terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet.
Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet. (TWITTER.COM/FADLIZON)

"Saya menghubungi teman-teman (dari partai) Gerindra dan langsung berbicara dengan Bapak Prabowo bahwa ada salah satu tim kemenangan Pilpres yang dianiaya," lanjut Amien.

"Apakah anda bertemu terdakwa dan melihat wajahnya?" tanya Ketua Majelis Hakim, Joni.

"Saya bertemu di Lapangan Polo, Bogor, Jawa Barat. Saya berangkat ke sana bersana asisten saya dan tiba jam 15.00 WIB. Waktu itu Ibu Ratna menutupi wajahnya memakai kerudung. Dia hanya bilang kalau rahangnya agak sakit kalau bicara," ungkap Amien.

Halaman
1234
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved