Tolak Cintanya Diputuskan Karena Punya Istri, Karyawan Bank Bunuh Gadis Pekerja Spa

Tak mau diputuskan, karyawan bank bunuh karyawan spa. Pelaku ternyata pria beristri, sedangkan korbam masih gadis.

Tolak Cintanya Diputuskan Karena Punya Istri, Karyawan Bank Bunuh Gadis Pekerja Spa
DOK PRIBADI
Dewi Yuwaningsih Gedoan 

Ketika tiba di kos-kosan, mereka terlibat cekcok dan beradu mulut, sampai korban mengungkapkan memutuskan hubungan cinta mereka yang sudah berjalan sekitar 3 bulan.

Tersangka Hendrik Katuuk mengaku tak bisa lagi mengontrol emosi karena menurut tersangka, korban terus meneriakinya dan memaki-maki. 

"Saya cekik lehernya karena berteriak-teriak sambil memaki, dan berontak, hingga kami terjatuh ke lantai,” kata Hendrik Katuuk.

Saat korban terus berontak dan berteriak, tersangka mengaku panik.

Pada saat bersamaan, tersangka melihat pisau dapur stainless steel di bawah meja milik korban.

“Saya ambil pisau itu dan menikam korban. Namun, ditangkis pakai tangan kiri. Tusukan kena leher dan membuatnya terdiam. Saat itu juga, saya langsung dorong ke dalam kamar mandi dan menikam lehernya lagi karena dia berusaha merampas pisau yang saya pegang,” katanya menambahkan.

Baca: Foto-foto Raphael Moeis Balita Crazy Rich Pemilik Jet Pribadi, Lihat Dulu Siapa Ibunya

Baca: Peringatan! Merokok Sambil Bawa Motor dan Mobil Kena Tilang atau Denda Rp 750 Ribu, Baca Aturannya

 

Korban akhirnya tergeletak ke lantai kamar mandi dan darah berceceran di lantai.

“Saya tunggu sampai dia (korban) tidak bergerak lagi, lalu saya keluar dan menceritakan perbuatan saya ke istri saya,” katanya.

Tersangka Hendrik Katuuk mengaku menikam korban berkali-kali di lehernya.

"Saya sudah tidak ingat lagi berapa kali menikam dia. Yang saya ingat, saya mengarahkan pisau itu ke lehernya. Dia terus melawan, dan saya mendorong dia ke dalam kamar mandi, dan kembali menikam korban di leher," katanya menjelaskan.

Kompol Hamsy mengatakan bahwa korban ditemukan tak bernyawa di kamar mandi.

Tubuh korban berlumuran darah.

"Saat ini, kami sedang menunggu dokter forensik untuk otopsi jenazah korban yang saat ini ada di ruang pemulasaran RS Bhayangkara Karombasan," kata Kompol Hamsy

Setelah membunuh korban, Hendrik Katuuk mengunci pintu kamar kos Dewi Yuwaningsih Gedoan.

Setelah membunuh korban, Hendrik Katuuk mengaku pulang ke rumah dan menceritakan semua perbuatannya kepada sang Istri.

Pihak keluarga mengantarkan tersangka menyerahkan diri ke Polsek Wanea.

"Saat korban ditemukan, ada banyak darah berceceran di lantai. Wanita asal Talaud itu kemudian dipastikan sebagai korban pembunuhan. Tidak lama kemudian, menyusul seorang pria datang ke Polsek, dan ternyata dia tersangkanya," kata Kompol Hamsy.

Kompol Hamsy mengatakan, tersangka ditahan di Polresta Manado untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

"Saat ini kami menitipkan tersangka di Polresta Manado untuk menjaga kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebab, pihak keluarga korban banyak yang datang ke polsek dan juga ke rumah sakit," katanya.

Keluarga Shock

Diltje Munde (53), bibi korban, mengatakan pihak keluarga shock saat mendengar kabar meninggalnya Dewi Yuwaningsih Gedoan.

Perempuan usia setengah abad ini mengaku tak mengetahui persoalan yang terjadi antara korban dengan tersangka.

"Saat menerima telepon dari keluarga di Tondano, kami sangat terkejut," katanya mengungkapkan.

Diltje mengatakan bahwa pihak keluarga telah memaafkan pelaku.

Baca: Istri Pengusaha Selingkuh Lalu Diperas Pakai Foto-foto Dirinya Tanpa Busana, Berawal dari Facebook

Baca: Setelah Teriak Hidup Prabowo, kalah Jokowi, Yamin Tewas di Tangan Siman, Kronologi dan Alasan

Namun, katanya, hal ini tidak berarti proses hukum berhenti.

Proses perkara, katanya, harus tetap berjalan.

Menurut Diltje, tersangka Hendrik Katuuk memberitahukan alamat adik korban ke polisi untuk mengabarkan kematian korban.

Jenazah korban, kata Diltje, akan dibawa ke Talaud pada Jumat (5/4/2019), menggunakan kapal laut.

Sementara kedua orangtua korban saat berita ini diturunkan, tengah dalam perjalanan dari Talaud ke Manado.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved