Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan

Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan

Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan - menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-1.jpg
dok humas kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menlihat bibit kelapa yang akan diberikan kepapada petani sebagai bantuan pemerintah beberapa waktu lalu.
Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan - menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-melepas-bantuan-stek-bunga-krissan.jpg
dok humas kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas bantuan stek bunga krissan untuk petani di Cianjur, Jawa Barat, 20 Maret 2019 lalu.
Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan - menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-melepas-bantuan-stek.jpg
dok humas kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas bantuan stek bunga krissan untuk petani di Cianjur, Jawa Barat, 20 Maret 2019 lalu.
Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan - menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-menyerahkan-bantuan-traktor-tangan-1.jpg
dok humas kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan traktor tangan untuk petani di Sulawesi, beberapa waktu lalu.

TRIBUN-TIMUR.COM - Kebijakan pangan di era Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawacita menjadi landasan program kerja pemerintah dengan berbagai terobosan baru guna mencapai swasembada pangan dan mensejahterakan petani.

"Jika dulu Indonesia rutin impor jagung, bawang merah, cabai, telur, daging ayam dan lainnya, tapi di era Kabinet Kerja ini, telah membalikkan posisi menjadi ekspor jagung, bawang merah, telur unggas, ayam, domba dan lainnya," demikian diungkap Bambang Sugiharto, Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, di Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Dikutip dari rilis Humas Kementan, Bambang mengatakan, capaian ini adalah berkat gebrakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Banyak terobosan baru dan berani dillakukan Mentan Amran.

Baca: Jaga Stabilitas Harga Gabah di Pasaran, Mentan Amran Sulaiman Minta Bulog Serap Hasil Panen Raya

Baca: Mudah dan Praktis, Berikut 10 Aplikasi Lowongan Kerja untuk Raih Pekerjaan Impian

Di antaranya gebrakan percepatan tanam jagung, bawang merah, cabai, peningkatan populasi unggas, Inseminasi Buatan sapi dan lainnya, dibarengi dengan pembenahan sistem tata niaga pangan, revolusi mental dan berantas mafia pangan, maka hasilnya sudah terlihat nyata.

“Memang harus kerja keras membenahi sektor pangan yang bertahun-tahun remuk ini. Harus berani membuat gebrakan dan mengkikis habis praktek bisnis pangan tidak sehat," ujarnya.

Selama empat tahun Mentan Amran berjuang mengendalikan impor jagung, bawang merah, cabai segar, kentang, durian, dan lainnya.

Hal itu juga dibarengi menggenjot ekpor jagung, bawang merah, telur, daing ayam, domba hidup, vaksin obat, dan lainnya.

“Harus optimistis program ini berkelanjutan, karena kebijakannya fokus dan bertahap sesuai skala prioritas dan membuahkan hasil nyata," kata Bambang.

"Beberapa tahun ke depan akan diselesaikan pengendalikan impor bawang putih, kentang industri, kedelai, gula industri dan daging sapi, dan bahkan bisa ekspor," terang Bambang.

Hasil Kerja Nyata

Halaman
123
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved