Polres Gowa Belum Dapatkan Rekaman Percakapan Zulaeha dan Wahyu

Kasatreskrim Polres Gowa, Iptu Muhammad Rivai mengatakan pihaknya belum berhasil mengantongi jejak percakapan antara Siti Zulaeha Djafar

Polres Gowa Belum Dapatkan Rekaman Percakapan Zulaeha dan Wahyu
Ari Maryadi
Kasatreskrim Polres Gowa Iptu Muhammad Rivai. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Motif pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar terus didalami dan dikembangkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa.

Salah satu yang masih menyimpan misteri adalah jejak percakapan antara Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar. Telepon seluler Iphone X milik Zulaeha mengalami rusak berat akibat dihancurkan oleh Wahyu Jayadi.

Kasatreskrim Polres Gowa, Iptu Muhammad Rivai mengatakan pihaknya belum berhasil mengantongi jejak percakapan antara Siti Zulaeha Djafar dengan Wahyu Jayadi.

Menurut Rivai, surat permohonan yang dilayangkan penyidik ke operator layanan telepon belum mendapat respon balik. Oleh karena itu, jejak percakapan tersebut masih belum terungkap.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Telkom. Itu nanti akan diberikan, apakah pelaku intens berkomunikasi dengan korban," kata Iptu Rivai kepada Tribun, Selasa (2/4/2019).

Perwira polisi dua balok ini mengatakan, jejak percakapan antara Wahyu Jayadi dan Zulaeha Djafar nantinya akan jadi bukti petunjuk bagi penyidik. Petunjuk itu akan berperan mengungkap motif lain dalam kasus pembunuhan tragis ini.

"Itu nanti bukti petunjuk, kita butuh bukti petunjuk untuk menggali bahan tambahan," sambung Rivai.

Diketahui upaya Wahyu Jayadi untuk merusak Iphone X Zulaeha masih menyimpan tanya tanya. Wahyu rela terluka terkena pecahan kaca demi mengambil telepon Zulaeha dalam mobil.

Setelah itu, Iphone X tersebut dipukul dengan batu berkali-kali lalu dibuang di selokan dekat kampus UNM Gunungsari.

Sebelumnya, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menuturkan, jejak percakapan dari telepon seluler Zulaeha akan menjadi bukti tambahan dalam penyidikan scientific crime investigation.

"Walau dibelah 17 sampai 700 kali, kami tidak butuh lagi perangkatnya. Komunikasi ini tersimpan di bank data server. Handphone korban yang dirusak tidak mempengaruhi penyidikan dalam permintaan data call data record," kata Shinto Silitonga, Minggu (25/3/2019) lalu.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved