Pembunuhan Pegawai UNM

Polisi Jadwalkan Periksa Teman Dekat Wahyu Jayadi

Satreskrim Polres Gowa terus mengembangkan dan mendalami kasus pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Polisi Jadwalkan Periksa Teman Dekat Wahyu Jayadi
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Wahyu Jayadi ketika digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Minggu (24/3/2019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa terus mengembangkan dan mendalami kasus pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kasatreskrim Polres Gowa Iptu Muhammad Rivai mengatakan pihaknya masih berencana melakukan pemanggilan saksi baru, utamanya dari pihak kampus selaku rekan kerja Siti Zulaeha ataupun Wahyu Jayadi.

"Kita akan mengagendakan untuk memanggil teman dekat tersangka," kata Iptu Muhammad Rivai kepada Tribun Timur, Rabu (3/4/2019).

Baca: Curiga Ada Motif Lain, Suami Zulaeha Yakini Dosen UNM Wahyu Jayadi Lakukan Pembunuhan Berencana

Baca: Suami Siti Zulaeha Yakin Wahyu Jayadi Membunuh Secara Terencana

Baca: Ada Lebih 10 Riwayat Video Call WhatsApp (WA) Wahyu Jayadi dengan Zulaeha Djafar, Polisi Tahu?

Perwira polisi dua balok ini melanjutkan, pemeriksaan teman dekat Wahyu Jayadi dilakukan untuk menggali dan mengembangkan motif baru dalam kasus pembunuhan ini.

Namun Rivai belum menyebut siapa rekan kerja Wahyu Jayadi yang akan dipanggil, serta kapan dilakukan pemanggilan.

"Kita akan gali sejauh mana keterlibatan korban dalam urusan pribadi dan pekerjaan tersangka," kata Iptu Rivai.

"Sehingga kita bisa menganalisa motif pembunuhan ini ada keterkaitan dengan persoalan itu (baca: proyek pengadaan barang)," tandas Iptu Rivai.

Sejauh ini polisi telah memeriksa sembilan saksi dalam kasus pembunuhan ini. Satu diantaranya ditingkatkan jadi tersangka.

Sementara motif pembunuhan yang teridentifikasi saat ini adalah ketersinggungan. Wahyu Jayadi mengaku nekat membunuh Zulaeha karena tersinggung harga dirinya dilecehkan. Ia pun naik pitam lalu mencekik leher Zulaeha hingga tewas.

Motif tersebut kemudian mendapat respon dari Suami Zulaeha, Sukri. Ia mengaku tidak percaya dosen bergelar doktor menghabisi nyawa istrinya karena dikarenakan ketersinggungan semata.

Sukri juga menyebut jika mendiang istrinya sering kali mengeluhkan persoalan pekerjaannya di kantor. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan barang yang melibatkan Wahyu Jayadi.

Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

I

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved