Deng Ical Tekankan Pentingnya Pemahaman Islami dalam Bermasyarakat

Dalam kesempatan itu pula, Deng Ical memberikan penekanan pada pentingnya pemahaman Islami dalam bermasyarakat.

Deng Ical Tekankan Pentingnya Pemahaman Islami dalam Bermasyarakat
HANDOVER
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI menghadiri wisuda santri taman pendidikan Al-Quran TPQ-TPA binaan Ngaji Rong-Qiro'ah Centre dan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an Harapan Ummat Makassar, di Hotel Sahid, Makassar, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI menghadiri wisuda santri taman pendidikan Al-Quran TPQ-TPA binaan Ngaji Rong-Qiro'ah Centre dan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an Harapan Ummat Makassar, di Hotel Sahid, Makassar, Rabu (3/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Deng Ical menyampaikan selamat dan sukses kepada anak-anak yang telah diwisuda.

Baca: Menengok Ritual Katto Bokko, Warisan Kerajaan Marusu di Maros

Deng Ical mengatakan, membangun pendidikan anak tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tapi harus diimbangi dengan pendidikan keagamaan sejak usia dini, seperti TPA/TPQ.

Selain itu, peran aktif dari keluarga dan lingkungan harus terus ditingkatkan

"Wisuda santri TPA/TPQ ini merupakan langkah strategis agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi," kata Deng Ical.

Baca: 2 Pekan Lagi Pilpres 2019, Lihat Perbandingan Elektabilitas Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandiaga

Dalam kesempatan itu pula, Deng Ical memberikan penekanan pada pentingnya pemahaman Islami dalam bermasyarakat.

Hal ini diungkapkan karena berdasarkan hasil penelitian Maarif Institute 2016 lalu, menempatkan Makassar di urutan pertama paling bawah, dari 29 kota yang diteliti sebagai kota Islami.

Kondisi ini menurut Deng Ical sangat memprihatinkan.

Baca: Ini Penyebab Mahasiswa Bentrok di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas

"Saya sempat protes dengan hasil penelitian yang dikeluarkan waktu itu, melihat TPA kita yang luar biasa, ulama di Makassar hebat-hebat, jumlah mesjid yang banyak, namun kota kita ditempatkan di urutan paling bawah," ujarnya.

"Ternyata, hal ini dikarenakan indikator penilaian bukanlah dari berbagai hal itu, tetapi bagaimana pemahaman dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved