Akun Twitter Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean Dihack, Ada Foto Vulgar, ini Reaksi Denny Siregar

Akun Twitter Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean Dihack, @Ferdinand_Haean Unggah Foto Vulgar, ini reaksi denny Siregar

Akun Twitter Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean Dihack, Ada Foto Vulgar, ini Reaksi Denny Siregar
twitter
FERDINAND HUTAHAEAN 

"Bagi kami saat ini sangat sulit untuk mempercayai hasil survei, karena menurut kami hasil yang dirilis sangat jauh berbeda dengan realita di lapangan," ujar Ferdinand Hutahaean saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Menurutnya, bagaimana bisa dikatakan unggul jauh, sementara kampanye Prabowo-Sandi mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat?

Apalagi, katanya, bila lembaga survei tidak mengungkapkan siapa donatur risetnya itu.

"Nah, di situlah kami tidak bisa mempercayai hasil survei sekarang, terlebih apabila lembaga surveinya tidak merilis siapa yang membiayai survei tersebut, dan tidak membuka row datanya, karena ini sangat penting sekali," paparnya.

Bagi kubu Prabowo-Sandi, hasil survei elektabilitas pasangan calon yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, hanya sebagai bunga-bunga demokrasi.

Hasil riset yang dikemukan, menurutnya, bukan lagi fakta, melainkan opini.

"Jadi tidak masalah, biarkan saja, mau Jokowi dikasih 100% tidak masalah, kami kerja terus," ucapnya.

"Kami juga punya hasil survei sendiri, dan kami meyakini saat ini posisi elektabilitas antara Prabowo dengan Jokowi amatlah dekat menempel, dan belum bisa ditentukan siapa yang akan menang pilpres ini," sambungnya.

Berdasarkan survei internal BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan perbedaan elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandi sangatlah tipis.

"Kita range-nya itu 41 Prabowo, 42 Jokowi, undecided 17%," bebernya.

Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas pasangan calon di Pemilu Presiden 2019.

Berdasarkan survei yang dirilis, Minggu (10/3/2019), elektabilitas Jokowi-Maruf Amin mencapai 54,9%, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 32,1%.

Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa elektabilitas calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin lebih tinggi ketimbang pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ini temuan yang signifikan, nyata, dan jelas meyakinkan bahwa calon yang satu lebih unggul atas calon lain," ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani, dalam jumpa pers di Kantor SMRC Jakarta, Minggu (10/3/2019).

SMRC melakukan survei kepada 1.426 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Peneliti menanyakan, seandainya pemilu dilakukan sekarang, siapa pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih?

Hasilnya, 54,9 persen memilih pasangan Jokowi-Maruf Amin. Sedangkan pemilih pasangan Prabowo-Sandi sebesar 32,1 persen.

Kemudian, sebanyak 13,0 persen menyatakan tidak tahu atau merahasiakan pilihannya.

Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.426 responden.

Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka. Ada pun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,65 persen.

Mengenai pendanaan survei, peneliti SMRC menyebutkan, berasal dari pendanaan internal atau dibiayai oleh lembaga sendiri. (*)

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved