Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Suruh Anak Cepat Move On, Ini Profil Roy Marten, Ayah Gading Marten
Meski begitu, Roy Marten mengakui, ia tetap tidak mengetahui apa isi hati dari putranya itu.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Roy Marten angkat bicara terkait tangisan sang anak Gading Marten.
Baginya, Gading bukan menunjukkan rasa sedihnya.
Dilansir dari Tribunnews, sebaliknya, jika bertemu ayah dari Gempita Noura Marten ini tetap menunjukkan keceriannya.
"Saya ga lihat kalau ketemu ketawa-ketawa aja happy-happy aja," kata Roy Marten saat ditemui Tribunnews.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).
Meski begitu, Roy Marten mengakui, ia tetap tidak mengetahui apa isi hati dari putranya itu.
"Tapi kita gak tahu apa hati orang apa yang dia rasakan tapi kalau dari ucapan tidak sih," imbuh Roy Marten.
Santer diberitakan, mantan suami Gisella Anastasia itu memang sempat tertangkap kamera menangis saat menyanyikan lagu berjudul Pergilah Kasih milik Chrisye yang kembali yang dipopulerkan oleh grup band D'Masiv.
Momen tersebut pun berhasil direkam dan menjadi viral usai diunggah oleh beberapa akun di media sosial.
Awalnya, sang ayah, Roy Marten mengaku tidak mengetahui jika putranya sampai menangis saat menyanyikan lagu tersebut.
"Saya malah gak tau," ujar Roy.
Namun, Roy merasa jika pepisahan memanglah sesuatu hal yang cukup berat, bahkan Roy menganggap sebagai kematian kecil.
"Ya saya ga tahu, memang apa ya, perpisahan keluarga yang paling berat. Perpisahan adalah kematian kecil kata orang prancis," katanya.
Sebagai ayah, Roy berharap agar putranya ini bisa segera melupakan masa lalu, karena Gading harus mengejar masa depannya.
Jika benar Gading menangis karena lagu itu, Roy merasa jika itu hal yang wajar karena memang laki-laki memiliki kesedihan.
"Tapi mudah-mudahan akan segera berlalu. Gading harus move on. Karena masa depan yang harus ia kejar itu masa lalu yang dia tangisi. Gapapa sebagai laki-laki punya kesedihan sah aja," katanya.
Siapa Roy Marten?
Roy Marten adalah seorang aktor Indonesia yang terkenal pada tahun 1970-an sampai awal 1980-an.
Setelah industri film Indonesia melesu pada dekade 1990-an, Roy beralih masuk ke ranah hiburan di televisi dengan membintangi beberapa judul sinetron antara lain Bella Vista I, Bella VistaII, Bella Vista III, Kupu-Kupu Kertas, dan Hanya Kamu.
Roy pernah menikah dengan Farida Sabtijastuti yang telah memberinya 4 orang anak, antara lain Monique, Aline, Galih dan Gading Marten.
Pernikahan mereka kandas.
Roy kemudian menikah dengan model Anna Maria pada 1 April 1985 yang memberinya 2 orang anak lagi, yaitu Merari Sabati dan Mahesa Gibran.
Karier
Roy memulai kariernya sebagai peragawan di Salatiga.
Roy pernah memenangkan King Boutique di Jawa Tengah, baru hijrah ke Jakarta.
Roy merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Abdul Salam dan Johanna Nora Van Daatselaar.
Putra pertama adalah Rudy Salam (artis), kedua Melani Kusuma (wiraswata katering di Jakarta), ketiga Roy Marten, keempat Eri Salam (notaris di Semarang), lalu Ronny Sarsono (wiraswata koperasi simpan pinjam), dan si bungsu Chris Salam (pengacara dan artis).
Zaman keemasan Roy adalah pada tahun 1977 saat dikenal sebagai salah satu dari kelompok bintang "The Big Five", terdiri dari: Yati Octavia, Robby Sugara, Doris Callebaute, Yenny Rachman, dan Roy Marten.
Disebut demikian karena kelimanya menentukan honor terbesar saat itu, Rp 5 juta, sekali main film. Tahun 1977 pula tercatat Roy membintangi film terbanyak sepanjang kariernya.).
Setelah industri film nasional 'pingsan', Roy beralih ke layar kaca dan membintangi beberapa sinetron, antara lain Bella Vista I, II, dan III serta Kupu-Kupu Kertas dan Hanya Kamu.
Di awal tahun 2006, Roy pernah berseteru dengan aktor Anwar Fuady.
Kasus itu diawali dengan bantahan Roy yang mantan ketua PARSI (Persatuan Artis Sinetron Indonesia), terhadap pernyataan Ketua PARSI saat itu, Anwar Fuady, yang mengatakan bahwa sisa hasil proyek produksi sinetron bertajuk Kutemukan Cinta, yang disponsori oleh Dekopin, telah dimasukkan ke kas PARSI, sebagai dana kegiatan organisasi keartisan itu.
Kasus narkoba I
Belum rampung urusannya dengan Ketua Umum PARSI, Anwar Fuady, malah Roy harus berurusan pula dengan polisi.
Roy ditangkap pada 2 Februari 2006 sekitar pukul 16.00, karena diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 3 gram, di sebuah rumah di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.
Akhirnya setelah melalui sidang yang penuh dengan dugaan rekayasa dan dugaa bahwa Roy dijebak, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhi vonis 9 bulan subsider 3 bulan.
Setelah mendapat remisi, Roy Marten keluar dari penjara pada tanggal 1 Oktober 2006.
Roy Marten mengaku kapok dan tidak ingin merasakan lagi dinginnya bui akibat mengonsumsi narkoba.
Pengalaman merasakan sembilan bulan di penjara karena kasus narkoba membuat Roy aktif dalam penyuluhan pencegahan narkoba dengan harapan agar orang lain tidak merasakan apa yang pernah ia alami.
Bahkan Roy kerap kali di undang BNN sebagai pembicara kampanye anti narkoba.
Kasus narkoba II
Sayang Roy ternyata belum lepas dari jeratan pesona narkoba.
Pada tanggal 13 November 2007 Roy tertangkap dengan ketiga temannya di Hotel Novotel Surabaya dengan dugaan mengonsumsi shabu-shabu.
Pada saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti, 1 gram dan 1 ons shabu-shabu di kamar 364 Hotel Novotel.
Di kamar berbeda yaitu kamar 465, polisi juga mendapati seperangkat alat hisap (bong) dan sisa di aluminium foil SS 0,5 ons.
Ironis sebenarnya, karena Roy ternyata ditangkap usai memberikan testimoni di acara yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN).
Roy Marten datang ke Surabaya untuk memberi testimoni di acara penandatangan MoU Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sebuah harian di Ruang Semanggi lantai V Graha Pena Jalan Ahmad yani 88 Surabaya, Sabtu (10/11/2007) lalu.
MoU tersebut dibuat dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN).
Acara yang dihadiri oleh Kapolri, Jenderal Sutanto dan beberapa pengusaha serta kaum profesional yang peduli narkoba tersebut untuk mendukung setiap kegiatan yang dilakukan P4GN.
Roy akhirnya dijatuhi vonis tiga tahun penjara serta denda Rp10 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.
Vonis tersebut lebih ringan dari dari tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yakni tiga tahun enam bulan (3,6 tahun) dan denda Rp10 juta subsider tiga bulan kurungan.
Roy merasa tak puas dengan keputusan itu, dia juga menolak disamakan dengan pengedar atau bandar.
Sedangkan teman-teman Roy yang ditangkap pada waktu yang sama, masing-masing mendapat hukuman bervariasi antara satu hingga lima tahun penjara.
Film
Tahun Film
- 1974 Bobby
- 1975 Rahasia Gadis, Cintaku di Kampus Biru'
- 1976 Kenangan Desember, Sesuatu Yang Indah'
- 1977 Tinggal Bersama, Badai Pasti Berlalu, Kembang-Kembang Plastik, Aula Cinta, Akibat Pergaulan Bebas,Pengalaman Pertama, Secerah Senyum, Kekasihku, Christina, Kugapai Cintamu, Guna-Guna Istri Muda, Jangan Menangis Mama
- 1978 Roda-Roda Gila, Rahasia Perkawinan, Si Genit Poppy, Laki-Laki Binal, Akibat Godaan, Nafas Perempuan, Pembalasan Guna-Guna Istri Muda, Musim Bercinta, Dewi Malam, Ombaknya Laut Mabuknya Cinta
- 1979 Antara Dia dan Aku, Kabut Sutra Ungu, Romantika Remaja, Kecupan Pertama, Remaja Idaman, Wanita Segala Zaman, Ali Topan Turun ke Jalan, Bayang-Bayang Kelabu'
- 1980 Bukan Sandiwara, Permainan Bulan Desember, Beningnya Hati Seorang Gadis, Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Tiga Dara Mencari Cinta
- 1981 Lembah Duka, Fajar Yang Kelabu, Bila Hati Wanita Menjerit, Gadis Marathon
- 1982 Bawalah Aku Pergi, Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi, Pasukan Berani Mati'
- 1983 Musang Berjanggut, Budak Nafsu, Rahasia Buronan, Walter Monginsidi'
- 1984 Kontraktor, Kerikil-Kerikil Tajam'
- 1985 Hatiku Bukan Pualam, Hell Raiders, Madu dan Racun'
- 1986 Boleh Rujuk Asal, Tinggal Sesaat Lagi, Takdir Marina'
- 1987 Gema Hati Bernyanyi, Langit Takkan Runtuh
- 1988 American Hunter, Pemburu Berdarah Dingin, Biarkan Aku Cemburu, Suami'
- 1989 Nyoman Cinta Merah Putih, Jeram Cinta'
- 1990 Pertempuran Segi Tiga
- 1991 Tripple Cross
- 1993 Angel of Fury
- 2007 Mengejar Mas-Mas
- 2010 Selimut Berdarah
- 2011 Catatan Si Boy
- 2012 Dilema, Sampai Ujung Dunia, 18++ Forever Love, Misteri Pasar Kaget, Jakarta Hati'''''
- 2014 The Raid 2: Berandal, 17 Tahun Ke Atas'
- 2015 Penjuru 5 Santri
- 2018 The Secret: Suster Ngesot Urban Legend
Sinetron
- Bella Vista
- Senja Makin Merah
- Kupu-Kupu Kertas
- Bunga Sutra
- Bukan Impian Semusim
- Hanya Kamu
- Kasih Tiada Batas
- Kasih Dipersimpangan
- Dewi Fortuna
- Cinta 7 Susun
- Kau Yang Berasal Dari Bintang
- Jakarta Love Story
- Kita Nikah Yuk
- Centini Manis
- Harapan Cinta
Acara TV
Pesbukers
The New Eat Bulaga! Indonesia
Aktor dan produser
Roda-Roda Gila
Wolter Monginsidi
Nominasi FFI
Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi (1983)
Penghargaan
- Piala Djamaludin Malik FFI 1977 (Pemain Muda Penuh Harapan)
- Penghargaan dari KBRI Belanda atas film Roda Roda Gila 1977
Data Diri:
Nama lahir: Wicaksono Abdul Salam
Nama lain :Theodoros Roy Marten
Lahir:Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia, 1 Maret 1952 (umur 67)
Pekerjaan: Aktor
Tahun aktif: 1974 - sekarang
Hubungan:
- Rudy Salam (kakak)
- Melani Kusuma (kakak)
- Eri Salam (adik)
- Rony Sarsono (adik)
- Chris Salam (adik)
Pasangan:
Farida Sabtijastuti (bercerai)
Anna Maria (1985 - sekarang)
Anak:
Pernikahan dari Farida Sabtijastuti:
- Monique
- Aline
- Galih
- Gading Marten
Pernikahan dari Anna Maria:
- Merari Sabati
- Mahesa Gibran
Orang tua:
(Almarhum) Abdul Salam
(Almarhum) Johanna Nora Van Daatselaar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/roy-marten_20171108_153441.jpg)