Aktivis Komunitas Rumah Literasi Makassar Terbitkan Perihal Kata-kata dan Ray

Sajaknya bercerita tentang cinta, rindu dan kenangan tentang pengabdian dalam perjalanan hidupnya.

Aktivis Komunitas Rumah Literasi Makassar Terbitkan Perihal Kata-kata dan Ray
Nur Fajriani/tribun-timur.com
Dari kanan berbaju biru Suratman kayano penulis Novel "Ray" dan dari kiri baju hitam "AM Muslihin" penulis perihal kata-kata "sebelahnya. Berbaju merah itu "Alvian Basri" Ketua komunitas Rumah Literasi Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivis Rumah Literasi Makassar, AM Muslihin dan Suratman Kayano, launching buku terbarunya di pelataran kampus Universitas Islam Makassar Jl A P Petterani, Selasa (26/3/2019).

AM Muslihin, pemuda kelahiran Bone, 23 Agustus 1995. Merupakan alumni Fakultas MIPA Universitas Islam Makassar (UIM) angkatan 2017 yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum PMII Metro Makassar.

Menerbitkan buku berjudul "Perihal Kata-Kata" yang berisi kumpulan sajaknya.

Sajaknya bercerita tentang cinta, rindu dan kenangan tentang pengabdian dalam perjalanan hidupnya.

Sedangkan Suratman Kayano, laki-laki dari timur Halmahera lahir 4 september 1993.

Mahasiswa jurusan perancangan dan pengembangan wilayah Pacasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mantan ketua Umum PC PMII Metro Makassar.

Karya yang diterbitkannya yakni Novel yang berjudul “Ray” kisah seorang anak laki-laki dari timur yang berjuang mengejar pendidikan tinggi dengan serba keterbatasan.

Rumah Literasi Makassar merupakan sekumpulan anak muda yang bergerak di bidang literasi khususnya menulis.

Meski terbilang baru, komunitas menulis ini cukup aktif dan terus mengajak pemuda makassar untuk menulis.

Ketua Komunitas Rumah Literasi Makassar, Alvian Basri berharap AM Muslihin dan Suratman Kayano dapat menjadi inspirasi untuk anggota lainnya.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi aktivis-aktivis Rumah Literasi khususnya dan pemuda pada umumnya yang ingin mengekspresikan karyanya melalui tulisan. Tak cukup di sini, Rumah Literasi akan terus menginovasi gebrakan baru untuk lebih mengasah para calon penulis muda untuk berkarya,” katanya dalam rilis ke Tribun Tmur, Selasa (26/3/2019).

Dengan ini Rumah Literasi Makassar membuktikan bahwa masih ada harapan besar bagi pemuda-pemuda yang ingin melakukan gerakan literasi dan menciptakan karya lewat tulisan di tengah perubahan zaman yang cukup maju secara pesat di era milenial ini.

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved