3 Pekan Air PDAM Tidak Lancar, Begini Penjelasan Direktur PDAM Mamasa

Sudah tiga pekan pelayanan air bersih dari Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Baratdikeluhkan warga

3 Pekan Air PDAM Tidak Lancar, Begini Penjelasan Direktur PDAM Mamasa
TRIBUN TIMUR/SEMUEL MASAKARAENG
Direktur PDAM Kabupaten Mamasa, Awaluddin 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Sudah tiga pekan pelayanan air bersih dari Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten mamasa, Sulawesi Barat menjadi keluhan warga lantaran tidak lancar.

Akibatnya, sejumlah warga di sekitar ibu kota Kabupaten mamasa terpaksa mengangkut air ke sumur di tepi sawah sejauh kurnag lebih 300 meter untuk keperluan memasak dan mencuci.

Ramba salah seorang warga di Dusun Ponding, Desa Buntubuda, Kecamatan mamasa mengeluhkan hal itu.

Baca: Empat Siswa SMK Negeri 1 Jeneponto Tidak Ikut UNBK, Ini Penyebabnya

Baca: Pemilihan Rektor IAIN Parepare Dihentikan Sepihak, Ada Hubungan Jual Beli Jabatan?

Baca: Berdayakan Warga, Camat Marusu Puji Desa Pabbentengan dan Nisombalia

Ramba mengaku sangat kesulitan karena sudah berminggu-minggu air bersih PDAM tidak mengalir.

Akibatnya, ia terpaksa mengangkut air dari sumur di pinggiran sawah di dusunnya.

“Kami sangat kesulitan air bersih, sudah hampir 3 minggu, bahkan kita sudah pasang keran tetapi airnya tidak mengalir," keluh Ramba saat dikonfirmasi, Senin (25/3/2019).

Ramba berharap agar pihak PDAM Mamasa segera membenahi penyebab air tidak mengalir ke rumah-rumah penduduk khusunya di Dusun Ponding Desa Buntubuda.

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Mamasa, Awaluddin menjelaskan, stok air terbatas sehingga ada kebijkan yang dikeluarkan oleh pihaknya.

Dia menyebutkan, kapasitas air yang diproduksi PDAM Mamasa hanya 40 liter perdetik, sementara warga yang menggunakan meteran air bersih sebanyak 4.000 rumah tangga.

"Kalau dihitung-hitung, 10 liter, hanya berkisar 600 pengguna meteran, kalau kapasitas 40 liter berarti hanya 2.200 yang mampu dilayani," sebut Awaluddin Senin tadi.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved