YKPM, Oxfam dan Infid Gelar SDGs Asistensi RAD Pangkep

"Harapan dari acara ini ialah, adanya Baseline data yang menunjang Pelaksanaan RAD SDGs Kabupaten Pangkep ke depannya," tuturnya.

YKPM, Oxfam dan Infid Gelar SDGs Asistensi RAD Pangkep
HANDOVER
Suasana workshop SDGs Asistensi Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Pangkep di Hotel Remcy Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat-Minggu (22-24/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM), Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia (Infid) menggelar Workshop SDGs Asistensi Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Pangkep di Hotel Remcy Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat-Minggu (22-24/3/2019).

Dihadiri 35 peserta terdiri dari perwakilan Bappeda Pangkep, Badan Pusat Statistik (BPS) SKPD Kabupaten Pangkep, Pengadilan Agama, Akademisi dan Perwakilan Perguruan Tinggi Pangkep.

Baca: Live Trans 7, Link Live Streaming MotoGP 2019 Argentina Seri Kedua, Dovi Perkasa Lagi?

Baca: Benarkan Suhu di Makassar Akan Meningkat Tajam? Ini Penjelasan BMKG

Turut hadir MAMPU-Aisyiyah, Kompak, Lensa, LBH Apik, Sekolah Perempuan (SP) Mattiro Baji, SP Mattiro Uleng dan SP Bulu Tellue.

Staf Advokasi YKPM Sulsel, Sudirman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pertemuan dengan pemangku kebijakan dan seluruh komponen masyarakat untuk menyatukan persepsi dan program kerja pelaksanaan Rencana Aksi daerah SDGs di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

"Jadi melalui workshop ini kita tentu ingin mendapatkan gambaran dari setiap OPD mengenai rencana kerja yang berorientasi SDGs," katanya pada Tribun Timur, Minggu (24/3/2019).

Sudirman memaparkan, melalui workshop ini pula diharapkan akan mendapatkan masukan mengenai pelaksanaan Rencana Aksi Daerah SDGs Kabupaten Pangkep.

"Yang tidak kala penting dari acara ini ialah, kita ingin menganalisa dan mengevaluasi hasil rumusan rencana kerja OPD serta sinkronisasinya dengan SDGs, sehingga ke depannya dapat memaksimalkan Rencana Aksi Daerah SDGs Pangkep serta menyamakan persepsi tentang pentingnya satu data dalam perencanaan dan penganggaran dalam program di kabupaten dan Desa," ujarnya.

"Harapan dari acara ini ialah, adanya Baseline data yang menunjang Pelaksanaan RAD SDGs Kabupaten Pangkep ke depannya," tuturnya.

Sementara Project Manager SDG's Oxfam, Meila mengatakan kerjasama ini fokusnya untuk mengimplementasikan SDGs di Pangkep bersama YKPM.

"Oxfam di sini tugasnya ialah memberikan dukungan baik dalam bentuk pendanaan, kapasiti building, jaringan dan sebagainya. Sementara yang menjalankan tentu saja YKPM yang juga sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam pelaksanaan Rencana Aksi daerah SDGs di kabupaten Pangkep," katanya.

Kemudian, Project Assiten Infid, Ayu Wima Fadilah mengatakan program ini sejalan dengan tujuan dari Infid sendiri. Sehingga hal tersebut menjadi alasan untuk ikut berpartisipasi di program Rencana Aksi daerah SDGs Kabupaten Pangkep.

"Apalagi kita melihat, pemerintah daerah kemudian pihak-pihak terkait sangat antusias dengan cara terlibat langsung di acara ini, makanya kami semangat untuk support agar ke depannya bisa menghasilkan hasil progresif untuk kesejahteraan masyarakat Pangkep," tuturnya.

Kegiatan ini juga didukung, UNI Eropa, YKPMSS, Pemerintah Kabupaten Pangkep, KPI dan Kementrian Sosial RI. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @umhaconcit

Baca: VIDEO: Keluarga Jemput Tiga Jenazah Anggota Mujahidin Indonesia Timur, Dimakamkan di Palu

Baca: Curhat Suami Evi Masamba Setelah Ramai Gosip Perceraian Di Ambang Pintu, Kenapa Hapus Foto Evi?

Baca: Asal Sama dari Sinjai, Dekat Sejak SMA hingga Kerja di UNM, Mengapa Wahyu Jayadi Bunuh Siti Zulaeha?

Baca: Sederet Fakta Wahyu Jayadi Bunuh Siti Zulaeha Djafar, Tisu Bau Pesing hingga Upaya Hilangkan Jejak

Baca: Pesan Mama Siti Zulaeha ke Pelaku Dr Wahyu: Jagai Adikmu!, Ini Kronologi Lengkap Hingga Wahyu Nekat

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved