Rayakan HUT di Lapangan Pancasila, PPNI Minta Pemerintah Adakan Pelatihan Tiga Kali Setahun

"Melalui acara bahwa satu tahun meminta tolong Pemkot Palopo minimal 3 kali dalam satu tahun perawat untuk diberikan pelatihan," jelasnya.

Rayakan HUT di Lapangan Pancasila, PPNI Minta Pemerintah Adakan Pelatihan Tiga Kali Setahun
HANDOVER
Wawali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso Menyampaikan Sambutan Dalam Peringatan HUT PPNI di Lapangan Pancasila, Minggu (24/3/2019). 

TRIBUN-PALOPO.COM, WARA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Palopo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 di Lapangan Pancasila, Jl Anggrek, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Minggu (24/3/2019).

HUT itu mengangkat tema "Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat".

Dalam rilisnya, Ketua DPD PPNI Kota Palopo, Taufiq membacakan sambutan seragam Ketua DPD PPNI Republik Indonesia (RI).

Baca: Warga Kecamatan Bara Palopo Belajar Merawat Jenazah

Baca: Jadwal Live Streaming Trans 7 MotoGP 2019 Argentina, Terungkap Awal Mula Lorenzo dan Rossi Berseteru

Dengan perkembangan keperawatan yang sekarang ini usianya sudah 45 tahun. PPNI telah melakukan banyak kemajuan.

"JIka dulu perawat punya pendidikan hanya sampai D3 namun pada 45 tahun ini perawat sudah punya tingkat pendidikan bukan hanya dokter tetapi profesor" ungkapnya.

Pada peringatan HUT PPNI ke-45 Ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya pembagian bantuan kepada masyarakat miskin dan pemberantasan sarang nyamuk.

Beberapa aspirasi perawat juga disampaikan Taufiq. Masih ada yang sama sekali tidak menyentuh pendidikan sampai dengan pensiun.

"Melalui acara bahwa satu tahun meminta tolong Pemkot Palopo minimal 3 kali dalam satu tahun perawat untuk diberikan pelatihan," jelasnya.

" Harus menyambut baik program pemerintah yaitu mencanangkan satu sekolah satu perawat dan jika bisa ditambahkan lagi. Bukan hanya di sekolah, tetapi jika bisa satu kelurahan satu perawat," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso (RMB) mengungkapkan, Kota Palopo bisa mendapatkan gelar kota sehat itu merupakan kontribusi dari PPNI.

Pada usia 45 PPNI akan lebih dewasa dan lebih profesional,sukses dalam menjalankan tugas di Kota Palopo.

"PPNI kota Palopo perlu mendapat perhatian yang lebih besar, karena pelayanan diberikan masyarakat tanpa pamrih, mereka melakukan dengan hati dan sepenuh jiwa yang kadang-kadang mengorbankan perasaan, dan apapun" ucap RMB.

RMB juga berharap kepada seluruh keluarga PPNI agar terus meningkatkan kualitas kerja, profesionalisme untuk terus lebih maju kedepannya.

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_

Baca: VIDEO: Keluarga Jemput Tiga Jenazah Anggota Mujahidin Indonesia Timur, Dimakamkan di Palu

Baca: Curhat Suami Evi Masamba Setelah Ramai Gosip Perceraian Di Ambang Pintu, Kenapa Hapus Foto Evi?

Baca: Asal Sama dari Sinjai, Dekat Sejak SMA hingga Kerja di UNM, Mengapa Wahyu Jayadi Bunuh Siti Zulaeha?

Baca: Sederet Fakta Wahyu Jayadi Bunuh Siti Zulaeha Djafar, Tisu Bau Pesing hingga Upaya Hilangkan Jejak

Baca: Pesan Mama Siti Zulaeha ke Pelaku Dr Wahyu: Jagai Adikmu!, Ini Kronologi Lengkap Hingga Wahyu Nekat

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved