Begini Kronologis Meninggalnya Ibu Hamil 9 Bulan di RSUD Pangkep, Keluarga Akan Menuntut

Ihsan Razak, keluarga almarhumah Dian, menjelaskan Dian adalah Pegawai Negeri Sipil Pangkep yang sedang mengandung sembilan bulan.

Begini Kronologis Meninggalnya Ibu Hamil 9 Bulan di RSUD Pangkep, Keluarga Akan Menuntut
Munji/Tribunpangkep.com
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep, dr Annas Ahmad ditemui di Kantor Bupati Pangkep, Senin (4/2/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Dian Kurnia Yun Artanti meninggal di RSUD Pangkep. Keluarga Dian berencana menuntut.

Ihsan Razak, keluarga almarhumah Dian, menjelaskan Dian adalah Pegawai Negeri Sipil Pangkep yang sedang mengandung sembilan bulan.

Sesuai pemeriksaan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Makassar, Dian didiagnosa mengalami plasenta previa yaitu sebagian atau seluruh plasenta menutupi jalan lahir bayi. Sehingga kemungkinan akan dilakukan operasi sesar.

"Usia kandungan saat itu memasuki sembilan bulan, dan almarhumah selalu memeriksakan kandungannya di Makassar," kata Ihsan kepada Tribunpangkep.com, Kamis (21/3/2019).

Lanjut Ihsan, pada Minggu 17 Maret 2019, pukul 17.00 Wita, almarhumah mengalami sesak napas karena kembung serta merasa sakit apabila perutnya disentuh.

"Suami almarhumah menelpon ambulans 911 Dinas Kesehatan, lalu dijemput dan dibawa menuju RSUD Pangkep," ujar Ihsan.

Setiba di IGD RSUD Pangkep, menurut Ihsan perawat menangani sambil menanyakan pengurusan administrasi KTP, KK dan Kartu BPJS almarhumah.

"Keluarga juga memberikan hasil pemeriksaan rutin almarhumah di RS Ibu dan Anak Ananda,” ujar ihsan.

Almarhumah kemudian ditangani dengan diinfus dan oksigen. Berdasarkan pemeriksaan, almarhumh sempat diberikan obat sesak napas.

"Saat itu almarhumah sempat bertanya ke perawat obat apa yang mau disuntikkan ke tubuhnya, sedangkan almarhumah tidak ada riwayat asma. Kata dokter jaga saat itu obat itu untuk mengurangi sesak napas dan kondisi almarhumah terjadi penurunan tekanan darah," kata Ihsan.

Halaman
123
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved