Mahfud MD: Andi Faisal Bakti Dimintai Rp 5 M Agar Jadi Rektor UIN Alauddin, Begini Intervensi Menag

Diduga terjadi upaya suap dalam proses pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar, Rp 5 miliar.

Mahfud MD: Andi Faisal Bakti Dimintai Rp 5 M Agar Jadi Rektor UIN Alauddin, Begini Intervensi Menag
KEMENAG/UIN ALAUDDIN/ALINEA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, logo UIN Alauddin, dan Mahfud MD. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Diduga terjadi upaya suap dalam proses pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar, Rp 5 miliar.

Kursi Rektor UIN yang kini diduduki Musafir Pababari diduga seharga Rp 5 miliar.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan, seorang mantan calon Rektor UIN Alauddin, Andi Faisal Bakti sempat dimintai membayar (menyogok) Rp 5 miliar agar bisa menduduki jabatan Rektor UIN Alauddin.

Andi Faisal Bakti adalah pemenang atau peraih suara terbanyak pada pemilihan Rektor UIN Alauddin yang berlangsung, 7 Agustus 2014.

Namun, hasil pemilihan dianulir hingga Andi Faisal Bakti batal dilantik.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD melalui talkshow politik hukum Indonesia Lawyers Club ( ILC) yang ditayangkan stasiun televisi TV One, Selasa (19/3/2019).

Mahfud MD
Mahfud MD (HO)

ILC, tadi malam, bertema OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?

Mengulas soal penangkapan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Romy oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam kasus suap pengisian jabatan di lingkup Kementerian Agama ( Kemenag) RI.

Romy ditangkap, Jumat (15/3/2019), bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag RI Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Penangkapan mereka terkait dengan suap dalam pengisian jabatan tinggi di lingkup Kemenag RI.

Halaman
1234
Penulis: Edi Sumardi
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved