Bandingkan Komen Presiden Jokowi & Wapres JK Soal KPK Sita Segepok Uang di Laci Menteri Agama

Penangkapan Ketua PPP Mohammad Romahurmuziy dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, berbuntut panjang. Segepok uang ada di laci Menteri Agama

Bandingkan Komen Presiden Jokowi & Wapres JK Soal KPK Sita Segepok Uang di Laci Menteri Agama
Tribunnews
Bandingkan Komen Presiden Jokowi & Wapres JK Soal KPK Sita Segepok Uang di Laci Menteri Agama 

"Lazim dong (ada uang). Selalu namanya kas kecil. Ya kan. Dan itu juga menteri ada dana operasionalnya. Dan itu cash dana operasionalnya," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (19/3/2019), seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Penjual Pecel Lele Bonyok Dikeroyok Pembeli karena Lama Buat Pesanan, Begini Kronologinya

Baca: Kisah Abdul Rasyid Penerima Bantuan Rumah dan Tanah Dari Kodim 1425 Jeneponto

Baca: Hasil Survei Litbang Kompas, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Lebih Populer di Kalangan Pemilih Pemula

Baca: Bayi Watang Pulu Pinrang Ini Derita Asma dan Infeksi Paru-paru, Butuh Uluran Tangan

Bandingkan Komen Presiden Jokowi & Wapres JK Soal KPK Sita Segepok Uang di Laci Menteri Agama2
Bandingkan Komen Presiden Jokowi & Wapres JK Soal KPK Sita Segepok Uang di Laci Menteri Agama2 (Tribunnews)

Menurut Kalla uang tersebut semata persiapan anggaran operasional untuk berbagao kebutuhan. 

Selain pimpinan (Menag), uang juga biasanya dipegang oleh sekretaris. 

Dia bahkan menyebutkan dirinya sebagai contoh. 

Jika kantornya digeledah sekarang, maka akan ditemukan juga uang untuk kebutuhan operasional. 

Lain dengan Jusuf Kalla yang frontal menanggapi, Presiden Jokowi justeru berbeda. 

Dia justeru mengaku tak ingin komentar. 

"Saya enggak mau komentar, karena ini masih dalam proses pemeriksaan. Jadi saya enggak mau komentar ya," kata Jokowi usai menghadiri rakornas Partai Perindo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Selanjutnya dia Jokowi menegaskan bahwa penyelidikan kasus yang juga telah menjerat ketua umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy ini adalah kewenangan KPK.

Oleh karena itu ia tidak akan ikut campur.

Halaman
1234
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved