ACC Minta KPK Usut Dugaan Suap Pemilihan Rektor UIN Alauddin Makassar

Andi Faisal Bakti adalah pemenang atau peraih suara terbanyak pada pemilihan Rektor UIN Alauddin Makassar yang berlangsung, 7 Agustus 2014.

ACC Minta KPK Usut Dugaan Suap Pemilihan Rektor UIN Alauddin Makassar
KEMENAG/UIN ALAUDDIN/ALINEA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, logo UIN Alauddin, dan Mahfud MD. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan upaya suap dalam proses pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar senilai Rp 5 miliar.

Dugaan jual beli jebatan ini sebagaimana diungkapkan Mahfud MD melalui talkshow politik hukum Indonesia Lawyers Club ( ILC) yang ditayangkan stasiun televisi TV One, Selasa (19/3/2019) kemarin.

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Bintang Hulk Mark Ruffalo, Berselisih dengan Sutradara Avengers

Baca: Juragan Kapal Bajoe Yakin Muh Yasir Bawa Keuntungan untuk Warga Bone

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan, seorang mantan calon Rektor UIN  AlauddinAndi Faisal Bakti sempat dimintai membayar (menyogok) Rp 5 miliar agar bisa menduduki jabatan Rektor UIN Alauddin Makassar.

Andi Faisal Bakti adalah pemenang atau peraih suara terbanyak pada pemilihan Rektor UIN Alauddin Makassar yang berlangsung, 7 Agustus 2014.

Namun, hasil pemilihan dianulir hingga Andi Faisal Bakti batal dilantik. Menurut Direktur ACC Sulawesi Abdul Mutalib, KPK sebaiknya menyelidiki kasus  ini dengan pertama tama memeriksa Mahfud dan calon rektor yang tidak dilantik yakni  Andi Faisal.

"Keterangan Mahfud MD dapat jadi bukti ada praktik suap pada pemilihan Rektor UIN Alauddin," kata Abd Mutalib menanggapi pernyataan Mahfud MD, Rabu (20/3/2019).

Baca: Wali Kota: Masyarakat Parepare Tunggu Jokowi Resmikan Pasar Induk Beras

Jika Andi faisal menolak membayar Rp 5 M,  berarti Rektor yang dilantik tidak menutup kemungkinan diduga membayar  seharga Rp 5M, bahkan bisa saja harga kursi Rektor UIN lebih dari itu.

Penggiat anti korupsi ini mengaku yakin dengan memeriksa keduanya bakal terungkap praktik suap yang bisa jadi sudah lama dilakukan di lingkungan kampus itu.

Ia mengatakan Ini lah moment tepat lakukan pembersihan rezim korup di Kemenag. Karena praktik seperti ini bisa saja tidak hanya terjadi di kampus tersebut, tetapi banyak di kampus di daerah lain.

"Kita berharap banyak pihak yang bicara soal praktik korup di kemenag seperti pak Mahfud, sehingga Departemen yang seharusnya menjaga ahlak ini bisa dibersihkan dari para koruptor berkopiah," tuturnya.

Mahfud mengungkapkan praktik itu dalam  talkshow politik hukum Indonesia Lawyers Club ( ILC) bertema OTT Romy,Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?

Mengulas soal penangkapan Ketua UmumPPPRomahurmuziy atau Romy oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam kasus suap pengisian jabatan di lingkup Kementerian Agama ( Kemenag) RI.

Romy ditangkap, Jumat (15/3/2019), bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag RI Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Penangkapan mereka terkait dengan suap dalam pengisian jabatan tinggi di lingkup Kemenag RI.

Haris Hasanuddin sebelumnnya hanya Pjs Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, lalu definitif menjabat mulai 5 Maret 2019.

Namun, baru 10 hari menjabat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dicokok petugas KPK, Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Haris Hasanuddin disebutkan pernah menyetor duit Rp 250 juta kepada Romy.

Sebelum diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, selain Pjs, Haris Hasanuddin juga sempat menjabat Haris Hasanuddin juga sempat menjabat Kepala Kantor Kemenag RI Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Kemenag RI Kota Surabaya.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Baca: Mahfud MD: Andi Faisal Bakti Dimintai Rp 5 M Agar Jadi Rektor UIN Alauddin, Begini Intervensi Menag

Baca: Jenderal Polisi Komen Soal Mahar Syahrini Rp 40 Miliar, Gini Balasan Istri Reino Barack Itu

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved