RILIS

Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri

Aliansi Petani Antipolitisasi mendatang kantor Kementerian Pertanian RI ( Kementan), di Jakarta, untuk menolak adanya LSM Pataka

Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-1-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-2-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-3-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-4-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-5-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-6-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-7-1932019.jpg
HO
Aliansi Petani Antipolitisasi Adukan LSM Pataka ke Mabes Polri - unjuk-rasa-aliansi-petani-antipolitisasi-8-1932019.jpg
HO

TRIBUN-TIMUR.COM - Aliansi Petani Antipolitisasi mendatang kantor Kementerian Pertanian RI ( Kementan), di Jakarta, untuk menolak adanya Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) dan lainnya yang disinyalir melakukan politisasi petani, Selasa (19/3/2019).

Namun sebelum mendatangi kantor Kementan, organisasi ini pada Selasa pagi menggelar aksi di Mabes Polri, Jakarta sekaligus menyampaikan delik pengaduan agar dilakukan penindakan secara serius.

"Kami tidak ingin LSM mengatasnamakan petani dan memprovokasi publik demi kepentingan mereka dan para mafia pangan yang menungganginya. Ini bentuk tindakan kriminal. Jadi harus dilawan sekalipum darah dan nyawa taruhannya," kata koordinator lapangan aksi, Randi Ohaoung dalam siaran pers kepada Tribun-Timur.com, Selasa hari ini.

Randi Ohaoung mengatakan, Pataka bersama LSM lainnya mengagendakan Rembug Petani Peternakan Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Rembug ini diadakan atas dasar pemerintah melakukan kebohongan data pangan dan kebijakan pemerintah tidak membangkitkan sektor pertanian itu sendiri.

"Terkait dengan adanya agenda tersebut, Aliansi Petani Indonesia dengan tegas menolak. Kami akan berusaha melakukan tindakan hukum bahwa sebelum tanggal 21 Maret 2019 polisi harus menindak LSM yang mengatasnamakan dirinya Pataka melakukan provokasi atau fitnah adu domba kepada sesama petani," kata Randi Ohaoung/

Saat demonstrasi, Aliansi Petani Antipolitisasi  menyampaikan 6 tuntutan.

Pertama, mendesak pemerintah khususnya Polri agar membatalkan Rembug Petani-Peternak Indonesia yang akan diadakan oleh LSM yang tergabung dalam Patakan dan organisasi lainnya yang diagendakan pada tanggal 21 Maret 2019 di TMII, Jakarta Timur karena diindikasi menyebar fitnah dan adu domba serta mempolitisasi petani.

"Kedua, mendesak pihak kepolisian untuk mengusut keterkaitan mafia pangan yang terlibat dalam rembug tersebut," katanya.

Ketiga, mendesak Satgas Pangan Polri untuk menangani langsung keterlibatan para mafia pangan.

Keempat, setop politisasi petani dan peternak.

"Kelima, usut tuntas LSM ilegal penyebar hoaks yang tergabung dalam rembug," kata Randi Ohaoung

"Keenam, mendukung kinerja pemerintah di sektor pangan untuk kesejahteraan petani dan rakyat Indonesia," kata Randi Ohaoung.

Mereka yang tergabung dalam Aliansi Petani Indonesia berkumpul di halaman belakang kantor Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kementan RI, di Jakarta, sejak pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB.

Adapun organisasi yang tergabung dalam Aliansi Petani Anti Politisasi tersebut adalah Mappan Indonesia (Masyarakat Pemerhati Pangan Indonesia), Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Petani dan Peternak Indonesia (MP3I), Forum Peternak Rakyat Bogor-Depok, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PAM NU (Petani Muda Nusantara), dan Serikat Pejuang Tani Indramayu Barat (SPTIB).(rilis)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved