74 Orang Hilang Banjir Bandang di Sentani, 1.613 Personil Dikerahkan

Tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian. Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar.

74 Orang Hilang Banjir Bandang di Sentani, 1.613 Personil Dikerahkan
SCREENSHOT KOMPAS TV
Pesawat udara PAL P-750 XSTOL milik Cenderawasih Air bernomor registrasi PK-BSF disapu banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kembali merilis data terbaru korban bencana banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

Hingga Selasa (19/3/2019) pagi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.

Baca: Maskapai Penerbangan Terbersih di Dunia 2018 Milik All Nippon Airways, Garuda Indonesia Nomor Berapa

Baca: Terlanjur Sayang Sahabatnya Sandiaga Uno, Erwin Aksa Memilih Mundur dari Partai Golkar & Reaksi DPP

Sementara jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat y sebanyak 74 orang yakni, 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli.

Lalu  4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba dan 3 orang dari Taruna Sosial.Sedangkan korban luka ada 159 orang dengan perincian, 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

"Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana. Termasuk jumlah pengungsi terus bertambah. Banyak masyarakat yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan. Akibatnya di beberapa titik pengungsian berjubel pengungsi," kata Sutopo dalam rilisnya.

Tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian. Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar.

Baca: Kantin Kejujuran Banyak Tutup, Bupati Iksan Iskandar: Kita Akan Koordinasi Kejari Jeneponto

Sutopo menambahkan tim SAR gabungan pada Senin (18/3/2019) kemari telah berhasil menemukan 13 jenazah.  Empat jenasah di Kampung Sereh Tua, 2 jenasah di Danau Sentani, 3 jenasah di BTN, dua jenasah di BTN Nauli 2, 1 jenasah di BTN Citra Buana, dan 1 jenasah di Kampung Hobong.

" Tim SAR gabungan akan terus mencari korban karena diperkirakan masih ada korban yang belum ditemukan. Sebanyak 1.613 personil tim gabungan dari 23 berbagai instansi dan lembaga masih melakukan penanganan darurat bencana tersebut," sebutnya.

Adapun dapur umum, pos pelayanan kesehatan dan posko sudah didirikan. Namun masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, permakanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, psikososial, dan sebagainya.

Baca: Kantin Kejujuran Banyak Tutup, Bupati Iksan Iskandar: Kita Akan Koordinasi Kejari Jeneponto

Data dampak kerugian dan kerusakan juga terus bertambah seiring masuknya data laporan ke posko. Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 unit rumah rusak berat  3 unit jembatan rusak berat.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved