Soal Penembakan di Selandia Baru, Ini Kata Alumni Asean Scholarship Thailand Asal Selayar

Penembakan itu menewaskan puluhan jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru

Dok Andi Citra Pratiwi
Andi Citra Pratiwi 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Teroris penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Brenton Tarrant menjalani sidang.

Lelaki itu telah menewaskan puluhan jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Alumni Asean Scholarship di Naresuan University, Phitsanulok Thailand asal Selayar Andi Citra Pratiwi turut berkomentar.

Baca: Kisah Wati, 15 Tahun Jualan Kerupuk Ubi di Jalanan Kota Palu

Baca: Pengendara Keluhkan Lubang Jalan Poros Lanto dg Pasewang Jeneponto

Baca: Polisi Tembak Pelaku Curas di Takalar dan Gowa

"Puluhan muslim ditembak saat beribadah oleh teroris yang menyiarkan aksinya secara live, kejadian itu membuat kita semua sedih,"katanya kepada Tribunselayar.com, Senin (18/3/2019.

Menurutnya, penembakan itu adalah bukti bahwa tindakan terorisme tidak berasal dari agama tertentu.

Kenyataannya, lanjunjutnya terorisme tidak memiliki tempat di agama manapun.

Peraih medali perak pada lomba olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) bidang biologi, ini minta pelaku harus dihukum.

"Pelaku tentu saja harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di negaranya. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,"katanya.

Citra mengaku kecewa pernyataan Senator Australia, Fraser Anning, yang menyalahkan imigran muslim atas peristiwa penembakan tersebut.

"Saya benar-benar kecewa. Jelas itu adalah ujaran kebencian dan rasisme. Muslim adalah korban dalam peristiwa penembakan ini, tetapi malah disalahkan,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved