Breaking News:

LP2S UMI dan Dikti Workshop Hirilisasi Penelitian, 60 Peneliti Hadir

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Dikti workshop hirilisasi penelitian.

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Munawwarah Ahmad
Wahyu Susanto
Suasana workshop Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi yang menggandeng LP2S UMI Makassar di Hotel Tulip, lantai 16, Kota Makassar, Senin (1832019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mengadakan Workshop.

Workshop tersebut dalam peningkatan kualitas output penelitian program riset terapan tahun 2019, di lantai 16 Hotel Golden Tulip Makassar, Senin-Selasa (18-19/3/2019).  

Rektor UMI yang diwakili Ketua LP2S UMI, Prof Dr H Syahnur Said MS mengatakan, workshop untuk memberi pengetahuan kepada peserta dalam rangka hilirisasi penelitian.

Sesuai kebijakan dari Kemenristekdikti mulai tahun ini untuk meningkatan hilirisasi bagi para peneliti.

"Makanya Kemenristekdikti melakukan workshop untuk berbagi penelitian kepada peneliti dalam meningkatkan hilirisasi penelitiannya," ujar Prof Dr Syahnur Said.

Lanjut Prof Dr Syahnur Said yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI Makassar ini, peserta yang mengikuti workshop merupakan para peneliti dari wilayah Sulawesi seperti dari Manado, Kendari, Sulbar, dan Makassar sendiri.

"60 peserta yang ikut ini adalah peneliti andal yang selama ini mendapat dana hibah penelitian dari Kemristekdikti. Makanya mereka diundang mengikuti workshop," paparnya.

Adapun pemateri workshop terdiri dari tim yang berisikan lima peneliti seperti Juldin Bahriansyah (Direktorat KI) dengan materi kebijakan di bidang HKI dalam risbang nasional dan pengenalan Sistem KI dan e-filing untuk mendorong pencapaian output penelitian.

Razilu dengan materi peranan KI dalam mendukung pembangunan Nasional, Abu Bakar dengan materi Succes Story' Komersialisasi KI, Suyitno dengan materi Praktek Teknik penelusuran paten dan prosedur Pendaftaran KI serta Nurul Taufiqurrahman dari LIPI dengan materi Patentabilitas dan identifikasi Invensi.

Sementara itu, Kemenristekdikti diwakili Kepala Subdit Kreativitas dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengembangan Ristek dan Dikti, Dr Victoriana Suhartini menambahkan dengan adanya workshop tersebut para peneliti bukan hanya menghasilkan penelitian semata.

"Tetapi bagaimana hasil penelitian tersebut dihilirisasi sampai hasil penelitian tersebut bisa paten dan non paten atau dalam bentuk kekayaan intelektual," harapnya.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Baca: Kabar Gembira! Kenaikan Gaji PNS 2019 Dibayar Bulan Depan, Gaji 13 & 14 Juga, Berikut Rinciannya

Baca: Hasil Liga Italia - Video Hujan Lima Gol Milan vs Inter dan Klasemen Sementara, Juve-Roma Kalah

Baca: Hasil Debat Cawapres-Mengenal Penyakit Stunting, Bagaimana Solusi dari Maruf Amin dan Sandiaga Uno?

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved