Ikatan Guru Indonesia Sebut Kedua Cawapres Belum Hadirkan Solusi Nyata Dunia Pendidikan

Menurut Ketua IGI, Muhammad Ramli Rahim, perdebatan kedua Capres mengenai masalah pendidikan belum ada solusi nyata.

Ikatan Guru Indonesia Sebut Kedua Cawapres Belum Hadirkan Solusi Nyata Dunia Pendidikan
HANDOVER
Muhammad Ramli Rahim saat menemui Cawapres Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan Guru Indonesia (IGI), punya catatan tersendiri setelah debat calon wakil presiden (Cawapres) terlaksana.

Debat Cawapres nomor satu Ma'ruf Amin dan Capres nomor dua, Sandiaga Uno terlaksana di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu malam (17/3/2019).

Menurut Ketua IGI, Muhammad Ramli Rahim, perdebatan kedua Capres mengenai masalah pendidikan belum ada solusi nyata.

Baca: Sampah di Perumahan Griya Puspita Sengkang Sudah Dua Minggu Tak Diangkut, Warga Mengeluh

Sebab di kubu 01 kata dia, problem penyelesaian masalah dengan mengandalkan BLK adalah sebuah solusi berlapis yang sebenarnya tidak efektif.

Jika SMK program empat tahun maksimal, pemerintah seharusnya tak membutuhkan BLK karena alumni SMK seharusnya siap kerja.

"Sangat berbeda dengan alumni SMA yang memang mempersiapkan dirinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Ketua IGI, Muhammad Ramli Rahim.

Seharusnya lanjut Ramli Rahim, SMK yang dikuatkan dengan menghadirkan guru produktif, memiliki kompetensi tinggi, dan membangun sinergi dengan dunia Industri hingga alumni SMK betul-betul siap kerja bahkan bisa bekerja di luar negeri.

Baca: Fakta Baru Tentang Kepribadian Brenton Tarrant, Teroris Penembak Puluhan Umat Muslim di New Zealand

Namun hal itu tak bisa disediakan hingga jumlah pengangguran yang berasal dari alumni SMK adalah indikasi bahwa SMK belum maksimal.

"Sementara BLK hanya menjadi tambahan pekerjaan pemerintah yang seharusnya tak diperlukan jika SMK bisa maksimal. Ibarat sekolahan yang masih membutuhkan bimbil untuk sukses menghadapi ujian," imbaunya.

Ia menambahkan, problem utama dunia pendidikan di Indonesia adalah masalah guru.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved