Akademisi Unismuh Makassar: Promosi Jabatan di Kemenag Kaplingan Elite Partai

Ia menyebutkan sudah lama menerima informasi terkait jual beli jabatan di Kemenag dan ditunggangi partai politik.

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Peristiwa OTT Romahurmuziy dalam praktek jual beli jabatan harus menjadi pelajaran berharga bagi institusi Kemenag dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Politik Pemerintah, yang juga Akademisi Unismuh Makassar Luhur Priyanto saat diminta tanggapan mengenai jabatan di jajaran Kemenag RI diduga dikomersilkan.

Ia menyebutkan sudah lama menerima informasi terkait jual beli jabatan di Kemenag dan ditunggangi partai politik.

"Sudah lama ada sinyalemen, kalau tata kelola institusi Kemenag, termasuk tata kelola SDM seperti mutasi dan promosi jabatan ini menjadi kaplingan partai politik tertentu," katanya, Minggu (17/3/2019).

Sudah lazim juga terdengar, kalau penentuan jabatan-jabatan strategis di Kemenag menjadi “jatah eksklusif” elit politik tertentu.

Bahkan kata Luhur, beberapa elit partai akhirnya bisa memperdagangkan pengaruh (trading influence) untuk urusan seperti itu, dengan dalih intervensi pimpinan tertinggi dalam hal ini menteri.

Tentu praktek-praktek seperti ini sangat merusak prinsip merit-system di birokrasi Kemenag.

Ia pun berharap semoga kasus OTT Romahurmuziy ini bisa menjadi entry-point untuk penataan institusi Kemenag.

"Harusnya Kemenag menjadi pionir dalam reformasi birokrasi," tambahnya.

Sebelumnya ramai dipublik penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan sejumlah pejabat Kemenag RI di Gresik Jawa Timur.

Diduga kasus yang melilit Romahurmuziy adalah kasus suap, atas komersialisasi jabatan di Kementriaan Agama. (sal)

Laporan wartawan tribun-timur.com, Saldy

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved