Ini Perkara Pemilu di Sulsel Libatkan ASN dan Politisi, Berakhir di Pengadilan

Data diperoleh Tribun, dalam pelanggaran pemilu sudah banyak berproses di meja persidangan dan sudah divonis bersalah.

Ini Perkara Pemilu di Sulsel Libatkan ASN dan Politisi, Berakhir di Pengadilan
Hasan Basri/Tribun Timur
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin dan Kepala Seksi Penyidikan Pidsus, A Faik memberikan keterangan pers Jumat (15/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Masa kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Presiden 2019 mulai berjalan di Sulawesi Selatan.  Berbagai strategis dari para calon peserta dan pendukung mulai bergeliat untuk  memperoleh suara.

Namun sayangnya, selama masa proses kampanye ini banyak ditemukan pelanggaran ditemukan Badan Pengawas Pemilu, terutama yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan Politisi.

Dari beberapa data yang diperoleh Tribun, dalam pelanggaran pemilu sudah banyak berproses di meja persidangan, bahkan sudah divonis bersalah.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bantaeng. Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin dalam perkara itu melibatkan perangkat Desa Bonto Tallasa Kecamatan Uluere berinisial AB.

"Dalam putusannya di Pengadilan Negeri Bantaeng Jumat 14 Maret kemarin, AB divonis 3 bulan kurungan dalam masa percobaan 6 bulan," kata Salahuddin.

Kaur Umum Desa Bonto ini juga dikenakan denda Rp 2.500.000 dan apabila tidak membayar  akan diganti pidana kurungan selama  satu bulan.

Tidak hanya itu kata Salahuddin beberapa hari lalu dalam perkara yang sama juga menyeret  Kasi Kesejahteraan Desa Bonto Tallasa Kecamatan Uluere bernama Kahar bin Mawa.

Pengurus partai PAN divonis 3 bulan  bulan kurungan  dengan masa percobaan 6 bulan (Pidana Bersyarat) dan denda Rp 2.500.000.

"Sudah banyak perkara Pemilu yang dilimpahkan ke Kejaksaan ke Pengadilan," kata  Salahuddin kepada wartawan.

Termasuk putra Bupati Pangkep yang  Sofyan Syam. Anggota DPRD Sulsel ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan kampanye dengan  melibatkan ASN. Pekaranya hingga saat ini  masih berproses di Pengadilan.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved