Lagi-lagi Ditunda, Tuntutan Kasus Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Tergantung Kejagung

Lagi-lagi Ditunda, Tuntutan Kasus Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Tergantung Kejagung

Lagi-lagi Ditunda, Tuntutan Kasus Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Tergantung Kejagung
sanovra/tribuntimur.com
Suasana rekonstruksi kasus pembakaran yang terjadi di Jl Tinumbu 6 Agustus 2018 yang berlangsung di Jl Serui, belakang Polrestabes, Makassar, Selasa (4/9). Gelar rekonstruksi pembakaran enam orang di Jl Tinumbu ini diwarnai dengan teriakan dari pihak keluarga korban saat penyidik menghadirkam dua tersangka. Dua tersangka yang menjadi eksekutor pembakaran satu keluarga di Tinumbu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ialah Ilham alias Ilo (23) dan Rama (22). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang dipimpin langsung Supriyadi dan dibantu dua hakim anggota lainnya Heneng Pujadi dan Rusdiyanto Loleh, kembali menggelar sidang pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jl Tinumbu, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo.

Sidang digelar Selasa (12/03/2019) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. Tapi, sidang tersebut terpaksa ditunda karena berkas tuntutan JPU terhadap Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), belum siap.

"Saya tanya tadi jaksanya alasanya sampai ditunda masih menunggu keputusan dari pimpinanya. Karena yang menentukan bukan disini tapi di pusat (Kejagung). Karena katanya ini kasus perkara nasional," kata Amir, keluarga korban saat ditemui di Pengadilan, Selasa (12/03/2019).

Menurut Amir penundaan sidang pembacaan tuntutan hukuman kepada terdakwa bukan baru kali ini terjadi. Tetapi, pekan lalu pengadilan juga menunda dengan alasan yang sama.

Senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum Andi Zulkifli Herman. Zulkifli membenarkan jika rentut sampai saat ini belum turun dari pimpinan.

"Ini kasus sama kayak Abutours, yang tentukan tuntutanya adalah pimpinan," kata Zulkifli. Ia berjanji dalam pekan ini rentut sudah bisa turun dan segera dibacakan di muka persidangan.

Sekedar diketahui dua terdakwa ini berurusan dengan pengadilan karena melakukan pembakaran rumah di Jl Tinumbu lorong 166 B, RT 3, RW 2, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, sejak Senin (6/8/2018) dini hari.

Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal dalam satu rumah. Korban diketahui bernama Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Korban tewas terbakar karena tidak bisa menyelamatkan diri saat kobaran api semakin membesar membakar rumah semi permanen itu. Korban diduga sedang terlelap tidur, karena kejadinya berlangsung sekitar pukul 03.45 Wita dini hari.

Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, pembakaran itu motifnya adalah persoalan dendam. Salah satu korban diduga berutang kepada salah satu pelaku yang merupak otak utama pembakaran.

Pemkabaran itu bdiotaki langsung Akbar dg Ampu yang sebelumnya meninggal di Lembaga Pemasyaraktan karena bunuh diri tidak lama setelah diketahui perbuatannya.

Akbar diduga jengkel dengan salah satu korban, Fahri yang mempunyai utang hasil transaksi narkoba terhadap Ampuh.

Akbar pun kala itu memerintahkan dua tersangka untuk mencari Fahri sehingga berujung pembakaran yang menewaskan satu keluarga di Pannampu. (san)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
Penulis: Hasan Basri
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved