Putra Sulsel Kelahirah Palopo Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM

Judup pidato disampaikan ialah "Konsep Fundamental Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Dalam Kritik Filsafat Timur".

Putra Sulsel Kelahirah Palopo Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM
handover
Prof M Mukhtasar Syamsuddin PhD of Arts bersama keluarga setelah pengukuhan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Salah satu putra Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof M Mukhtasar Syamsuddin PhD of Arts resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM di Balai Senat UGM (6/3/2019).

Sebelum resmi dikukuhkan, laki-laki kelahiran Palopo 2 Februari 1968 ini menyampaikan pidato pengukahanya di hadapan para tamu undangan yang berjumlah 250 orang.

Baca: TRIBUNWIKI: Atlet Bulutangkis Indonesia Berjuang di All England 2019, Ini Sejarahnya, Sejak 1899

Judup pidato disampaikan ialah "Konsep Fundamental Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Dalam Kritik Filsafat Timur".

Dalam pidatonya, Dekan Fakultas Filsafat UGM dua periode ini (2007-2012 dan 2012-2017) menyoroti kehadiran kecerdasan buatan yang telah merubah sistem sosial di suluruh dunia.

Seperti munculnya, soft computing dan robot-robot pintar menyerupai manusia.

Baca: 1 Rajab 1440 H Besok - ini Lafaz Niat Puasa Sunah Rajab & Doa yang Dibaca Rasulullah

"Meski pada satu sisi, kehadiran artificial intelligence ini membawa manfaat besar bagi besar kemanusiaan, namun pada sisi lain juga membawa kemudaratan yang juga tidak sedikit, seperti, hoax, cybercrime, dan bahkan rendahnya angka kelahiran anak seperti yg terjadi di Jepan dan Korea. Lebih jauh, bagian terakhir ini justru menjadi ancaman yang pada bagi kebeberlanjutan masa depan manusia," katanya melalui rilis yang diterima tribun-timur.com, Kamis (7/3/2019).

Baca: Warga Kale Kokmara Tolak Putusan Pengadilan Soal Harga Ganti Rugi Lahan Bendungan Pammukulu

Sebagai alternatifnya, akademisi yang juga saat ini sedang mejabat sebagai Kepala Pusat Studi Tri Sakti-Seamaul Undong, menawarkan konsep Filsafat Pancasila yang memandang manusia sebagai monopluralis (jiwa-raga).

Menurutnya, pemikiran ini secara strategis dapat merespon perkembangan AI yang sulit terbendung.

Baca: 53 Narapidana di Sulsel Dapat Pengurangan Hukuman 15 Hari Sampai 2 Bulan

"Bagaimana pun, Filsafat Pancasila merupakan hasil indigenisasi tata nilai kehidupan bangsa, dan sebagai kompas dari sistem politik dan ekonomi kebangsaan kita," ujarnya.

Turut hadir dalam pemgukuhan ini adalah AM. Hendry Priyono (Kepala BIN),Prof Sutrisna Wibawa (Rektor UNY), Dr Sorajuddin (Kepala PA Bogor) dan lainnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @umhaconcit

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved