Aktivis HAM Robertus Ditangkap, Relawan KPJKB di Makassar Buat Surat Terbuka untuk Kapolri

Dalam refleksinya Robet justru mengatakan mencintai TNI dalam artian mendorong TNI yang profesional.

Aktivis HAM Robertus Ditangkap, Relawan KPJKB di Makassar Buat Surat Terbuka untuk Kapolri
youtube kompastv
Dosen UNJ Robertus Robet 

TRIBUN-TIMUR.COM , MAKASSAR - Penangkapan akademisi cum aktivis HAM Robertus Robet gegara orasi menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.

Termasuk para aktivis dan relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka mengganggap penangkapan dan penetapan status tersangka terhadap dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut sinyal bahaya bagi demokrasi di Indonesia.

Merespon hal itu, relawan Aksi Kamisan Makassar membuat surat terbuka yang ditujukan untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Berikut ini surat terbuka Relawan Kamisan Makassar yang diterima tribun-timur.com melalui whatsApp, Kamis (7/3/2019) malam.

Surat Terbuka untuk Kapolri

Penangkapan Robertus Robet, Cederai Indonesia sebagai Negara Hukum dan Demokrasi

Pak Kapolri...
Anda pasti tahu bahwa Indonesia telah menjamin dan melindungi hak setiap warga negaranya untuk menyampaikan pendapat atau pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab.

Jaminan dan perlindungan negara tersebut secara jelas dan tegas tertuang dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Baca: Siapa Robertus Robet yang Ditangkap Polisi karena Dituding Hina TNI? Doktor Filsafat Lulusan Inggris

UU ini menyatakan setiap warga negara, secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Halaman
1234
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved