RILIS

Pendamping Desa Menyatu Bersama Petani Sambut Menteri Pertanian di Wajo

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, M Fachri mengatakan, pendamping desa siap bersinergi dengan semua pihak yang memiliki concern kepada Desa.

Pendamping Desa Menyatu Bersama Petani Sambut Menteri Pertanian di Wajo
handover
Pendamping Desa Menyatu Bersama Petani Sambut Menteri Pertanian di Wajo 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, M Fachri mengatakan, pendamping desa siap bersinergi dengan semua pihak yang memiliki concern kepada Desa dan mereka selalu standbye, hadir untuk kepentingan masyarakat Desa.

Demikian rilis yang disampaikan ke Media, saat Direktur PMD, M Fachri, bersama seluruh pimpinan Direktorat Jenderal di lingkup Kemendesa dan didampingi Satker P3MD Provinsi Sulsel, Rais Rahman dan Kadis PMD Kab Wajo, Syamsul Bahri melakukan monitoring dan evaluasi bersama Tim KN-P3MD, Sukoyo, Arwani dan Hasan Rofiki di lokasi kunjungan kerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Baca: Amran Sulaiman Bawa Rp 186 Miliar Bantuan untuk Pertanian Sulawesi Selatan di Kabupaten Wajo

Baca: Kembali Bertarung, Chaidir Syam Kumpul Relawan di Kecamatan Mandai

Kunker tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Menteri Pertanian dengan Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo yang kemudian diintegrasikan dalam program pembangunan dan SDM Desa yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu, (6/3/2019).

Menurut Fachri, integrasi program tersebut merupakan kebijakan akseleratif yang sangat positif agar pembangunan dan Pemberdyaan Masyarakat di Desa, baik sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kebutuhan dasar masyarakat semakin nyata dirasakan oleh masyarakat.

Baca: KM Cahaya Murni Hilang Kontak, Pencarian Dipusatkan di Perairan Banggai Sulteng

"Kita libatkan unsur pendamping desa sekitar 400 orang dari Kab. Wajo, Kab. Bone, Kab. Sidrap dan Kab. Sopeng. Selain itu juga ada unsur lain seperti pengurus BUMDes dan Kader Posyandu dan Kader Tani Desa".

Ke depan, lanjut Fachri, pola sinergitas seperti ini perlu ditingkatkan lagi agar keberadaan pendamping desa yg selama ini bertugas mendampingi pemerintah desa dan komunitas-komunitas masyarakat dapat lebih efektif dan efisien.

Baca: Pendamping PKH Kecamatan Tallo Terjaring OTT, Terancam 5 Tahun Penjara, Ini Modusnya

Selain pendamping desa, hadir dalam acara tersebut antara lain Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), Penyuluh Pertanian, dan Kader Santri Millenial dari Pondok Pesantren yang semua itu dari Kabupaten Wajo dan sekitarnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberi bantuan kepada ribuan petani berupa berbagai peralatan pertanian, traktor, alat permanen hasil pertanian, pompa air, bibit padi, jagung, kambing dan ayam kampung yang secara total bernilai lebih dari 600 Milyard.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved