JPU Hadirkan Saksi Sidang Dua Begal Potong Tangan Mahasiswa Enrekang

"Tidak cukup sekitar 5 pak dua pelaku berbocengan datang menggunakan sepeda motor. Pelaku memakai cadar," kata Imran.

JPU Hadirkan Saksi Sidang Dua Begal Potong Tangan Mahasiswa Enrekang
sanovra/tribuntimur.com
Tersangka pelaku utama kasus dugaan tindak pidana kekerasan atau biasa disebut begal yaitu Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21) berjalan menuju ruang sidang perdananya di Pengadilan Negeri, Makassar, Selasa (19/2/19). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21), dua pelaku begal potong tangan kembali disidang di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (5/3/2019), hari ini.

Sidang rencana digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

Baca: UPDATE Klasemen Piala Presiden 2019: Persib Bandung Terpuruk di Grup A, Persela Puncaki Grup E

"Sesuai agenda sebelumnya mendengarkan keterangan saksi," kata Kuasa Hukum terdakwa, Rachmat Sanjaya kepada Tribun.

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menghadirkan dua orang saksi. Salah satu saksinya adalah korban Imran mahasiswa Teknik asal Kabupaten Enrekang, Imran.

Baca: Awal 2019 Xpander Pimpin Pangsa Pasar Small-MPV di Indonesia, Sulsel?

Dalam persidangan yang dipimpin langsung Bambang Wicaksono dan dibantu dua hakim anggota, korban menerangkan,  peristiwa itu terjadi ketika hendak duduk di atas motor depan rumah rekannya bernama Hairul tepatnya di Jl Datut Ribandang Dua, Kecamatan Tallo, sembari menelpon.

"Tidak cukup sekitar 5 pak dua pelaku berbocengan datang menggunakan sepeda motor. Pelaku memakai cadar," kata Imran.

Korban mengaku awalnya tidak curiga jika kedua orang itu adalah pelaku begal. Tidak lama kemudian,  seorang pelaku tiba tiba berdiri dan menghampiri  korban dan langsung mencoba menebas korban.

Baca: Live ILC TV One Ulas Andi Arief Ditangkap Sabu Pukulan buat 02? Netizen Protes, Rocky Gerung Hadir?

Korban itu  waktu berhasil melompat dari atas motor dan berusaha menyelamatkan diri. Tetapi, pelaku kembali mengejar korban dan mendapati sekitar 10 meter dari jarak motor.

"Waktu saya diparangi saya langsung tangkis pake tangan kiri dan tangan saya langsung putus pak. Karena kalau tidak saya tangkis,  kepala saya kena," ucap korban sembari memperagakan di depan hakim.

Baca: PLN Rayon Maros Lakukan Pemadaman Listrik Selama Tujuh Jam, Ini Lokasinya

Usai memarangi korban, pelaku lalu meminta korban menyerahkan hape. Sesudah mengambil handpone korban, para pelaku langsung kabur menuju jl korban ribu jiwa.

Korban mengaku waktu kejadian suasana di lokasi kejadian dalam kondisi sepi. Tidak ada satupun warga berada di kawasan itu.(*)

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved