Maros Darurat Tambang Ilegal, Walhi: Bupati Harus Bertindak Tegas

Akvitasas penambangan ilegal dan pembabatan ratusan hektare hutan di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros disorot Walhi.

Maros Darurat Tambang Ilegal, Walhi: Bupati Harus Bertindak Tegas
Ansar
Eskavator penambang disimpan di hutan saat banjir melanda Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu. 

TRIBUN MAROS.COM, TOMPOBULU - Akvitasas penambangan ilegal dan pembabatan ratusan hektare hutan di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, di soroti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Senin (4/3/2019).

Tambang dan pembabatan pohon yang tidak terukur, menjadi penyebab banjir bandang yang merendam pemukiman warga, Sabtu kemarin.

Direktur Walhi Sulsel, Muh Al Amin merespon pernyataan Bupati Maros, Hatta Rahman yang menyebut bencana banjir disebabkan aktivitas tambang ilegal dan penebangan liar.

Bupati punya kewenangan menindak tegas penambang ilegal dan babat pohon.

Hanya saja kewenangan tersebut tidak digunakan.

"Pemkab seharusnya belajar dari bencana banjir besar Januari lalu. Maraknya tambang di Tompobulu menyebabkan daya rusak yang parah.

Seharusnya, bupati bertindak tegas," kata Amin.

Walhi menyebut Maros sudah masuk pada kategori darurat penambang ilegal. Hal itu disebabkan, adanya pembiaran.

Penambang leluasa, karena tidak adanya pengawasan.

Pasca banjir besar lalu, Walhi telah melakukan investigasi di Maros.

Halaman
1234
Penulis: Ansar
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved