Keluarga Korban Minta Jaksa Pelaku Pembakaran Satu Keluarga di Pannampu Makassar Dituntut Mati

Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo menewaskan satu keluarga kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar

Keluarga Korban Minta Jaksa Pelaku Pembakaran Satu Keluarga di Pannampu Makassar Dituntut Mati
sanovra/tribuntimur.com
Pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu, Sulkifli Amir alias Rama dihadirkan dalam jumpa pers yang berlangsung di Mapolrestabes, Jl Ahmad yani, Makassar, Sabtu (18/8). Sulkifli Amir adalah satu dari tujuh pelaku pembakaran yang menewaskan enam anggota keluarga di Jalan Tinumbu. Sebelumnya petugas sudah menangkap enam orang, termasuk Akbar Ampuh, otak pembakaran tersebut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo yang menewaskan satu keluarga kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (04/03/2019), hari ini.

Sidang kedua terdakwa Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), rencana digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Salah satu keluarga korban, Amir pun berharap pada sidang siang ini, kedua terdakwa dituntut dengan hukuman yang maksimal atau setimpal dengan perbuatanya.

"Harapan kami mereka tetap dituntut mati. Karena perbuatanya sudah membunuh keluarga kami," kata orangtua korban Amir kepada Tribun.

Amir merupakan ayah dari Fahri yang menjadi  korban akibat pembakaran rumah di Panampu beberapa bulan lalu.

Fahri terpanggang api di dalam sebuah rumah bersama lima korban lainnya.

Kelima korban itu adalah Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40),  Namira Ramadina (21) dan Hijaz. 

Kasus pembakaran rumah diduga bermotif utang narkoba.

Salah satu dari enam korban tewas kebakaran berutang narkoba bernilai jutaan rupiah.

Otak pelaku pembakaran rumah adalah seorang narapidana kasus pembunuhan, Akbar Ampuh, yang sebelumnya meninggal karena diduga bunuh diri di Lapas Kelas 1 Makassar. 

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved