Polres Bone Sita Kosmetik dan Obat Tanpa Izin Edar Seharga Rp 80 Juta

Barang kosmetik dan obat-obatan itu diamankan di ruko Jl. Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Polres Bone Sita Kosmetik dan Obat Tanpa Izin Edar Seharga Rp 80 Juta
justang/tribunbone.com
Sejumlah kosmetik dan obat-obatan tanpa dilengkapi izin edar (BPOM) yang diamankan Polres Bone, Kamis (28/2/2019). 

 TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Usai mengamankan dua dokter gadungan Amyza Tomme alias Amy binti Tommi (36) dan asistennya Rini Hadriyani(32) dalam kasus tindak pidana penipuan dan praktik kedokteran illegal.

Kini, Jajaran Kepolisian Resort(Polres) Bone mengamankan sejumlah kosmetik dan obat-obatan tanpa dilengkapi izin edar (BPOM), Kamis (28/2/2019).

Barang kosmetik dan obat-obatan itu diamankan di ruko Jl. Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat.

KBO Sat Narkoba Polres Bone, Ipda Putut menyebutkan kosmetik dan obat-obatan tanpa dilengkapi izin edar (BPOM) diamankan itu setelah mendapat laporan dari masyakat.

Ia menambahkan bersama barang bukti, turut diamankan pemiliknya berinisial RS (39), warga Desa Pattiro Riolo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.

"Terduga pelakunsudah diamankan di Mapolres Bone untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan sediaan farmasi berupa kosmetik yakni, Mask coffe 450 kotak, Bibit cair pemutih 300 botol, Maybelline 216 kotak, Bioaqua (blas on) 4 kotak, kokocolection 1 kotak, lotion pemutih leher 25 kotak , lulur racik rempah 8 kotak, Efolar maskara 10 kotak, Tv glowing lation 15 kotak.

Selain itu sun crime 10 kotak, serum golsan 9 kotak, mask beble 10 kotak, lipstik seribu bibir 60 kotak, withening glow 20 kotak, aprilskin 7 kotak, bioaqua 2 Dos, susu cantik 2 botol, crim pembakar lemak 50 buah, fasialwash 2 botol, fasial fhom 5 botol, dan bedak tettu 64 botol.

"Barang tersebut diperoleh dari Kota Makassar yang dibelinya seharga Kl. Rp. 80 juta dari perempuan inisial AN," jelasnya.

Terpisah Kapolres Bone AKBP M Kadarislam Kasim mengatakan RS yang digerebek oleh bawahannya karena melanggar undang undang kesehatan nomor 36 tahun 2009.

"Anggota masih melakukan penyidikan terhadap terduga pelaku. Apabila terbukti, pelaku akan dijerat Undang-undang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara," kata Kadarislam.(TribunBone.com).

Laporan Wartawan TribunBone.com @juzanmuhammad

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved