Breaking News:

Diskusi Publik JMN: "Jangan Golput Supaya Orang Baik Pimpin Indonesia"

"Optimisme Kaum Muda Sulawesi Selatan Menyambut Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang Aman, Damai, Tanpa Hoax dalam Bingkai Semangat Anti Golput"

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
hasim/tribuntimur.com
Jaringan Millenial Nusantara menggelar diskusi publik dengan tema "Optimisme Kaum Muda Sulawesi Selatan Menyambut Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang Aman, Damai,Tanpa Hoax dalam Bingkai Semangat Anti Golput" di Panrita Coffe 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaringan Millenial Nusantara (JMN) menggelar diskusi publik dengan tema "Optimisme Kaum Muda Sulawesi Selatan Menyambut Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang Aman, Damai, Tanpa Hoax dalam Bingkai Semangat Anti Golput" di Panrita Coffee, Jl Talasalapang No.47 B, Karunrung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, Kamis (28/2/2019).

Hadir sebagai pembicara yakni Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Imran Eka Saputra; Akademisi Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Dr Muh. Hasrul SH, MH; Pegiat Media Sosial Sulawesi Selatan, Rahmat Indra Sakti; dan Komisioner Bawaslu Kota Makassar, Zulfikarnain.

Zulfikar lebih dulu menyampaikan pendapatnya tentang golongan putih (golput). Ia pun meminta kepada masyarakat untuk memilih orang baik supaya pejabat negara bisa berjalan dengan baik dan benar memimpin Indonesia.

"Jadi, kami meminta kepada pemuda untuk memilih supaya orang-orang tidak baik tak lolos (jadi pejabat negara atau daerah) dan orang baik bisa masuk memimpin," katanya.

Ia juga meminta kepada pemuda untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Kami harus mengawasi warga Makassar dengan jumlah penduduk 2 juta pada siang hari dan 1,5 juta pada malam hari," katanya.

Sementara itu, Dr Hasrul meminta kepada pemuda untuk hati-hati tentang hoaks.

"Jadi yang kena hukuman itu bukan cuman pembuat tapi penyebar juga. Jadi, hati-hati dengan smartphone ini," katanya.

Menurutnya, hukuman untuk para pelaku hoaks bakal dihukum sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved