Pengamat Politik Sindir KPU Sulsel, Sebut Data Kependudukan Selalu Bermasalah

Luhur menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga masalah besar yang tidak pernah serius diselesaikan penyelenggara Pemilu.

Pengamat Politik Sindir KPU Sulsel, Sebut Data Kependudukan Selalu Bermasalah
HANDOVER
Pakar politik Unismuh, Andi Luhur Priyanto

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto, mengatakan, Pemilu berintegritas hanya bisa terjadi jika seluruh stakeholder kepemiluan secara profesional dan berkualitas.

"Namun sejauh ini kita tidak melihat Pemilu sebagai proses belajar," kata Luhur kepada Tribun Timur, Rabu (27/2/2019).

"Tidak pernah ada evaluasi serius terhadap masalah-masalah sebelumnya. Kemudian, kita terus melanjutkan agenda-agenda elektoral berikutnya," tambah Luhur.

Luhur menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga masalah besar yang tidak pernah serius diselesaikan penyelenggara Pemilu.

Pertama, lanjut Luhur, carut-marut data kependudukan, kedua money politic, dan terakhir netralitas aparatur sipil negara atau ASN.

"Data kependudukan selalu jadi masalah di setiap event Pemilu. Tak pernah ada upaya serius untuk menyelesaikannya," katanya.

"Data yang digunakan KPU justru disediakan disdukcapil yang akurasi dan validitasnya tidak bisa mereka jamin," jelas Luhur.

KPU Sulsel

Belum lama ini, KPU Sulawesi Selatan terus berupaya melakukan pendataan daftar pemilih tambahan (DPTb) pada Pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Termasuk telah melakukan duakali perbaikan daftar pemilih tetap (DPT) melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap satu (DPTHP I) dan DPTHP tahap II belum lama ini.

Halaman
12
Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved