Sekali Tebas, Tangan Mahasiswa Makassar Langsung Putus

Pria berusia 19 tahun menjadi saksi korban atas dua pelaku begal Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21).

Sekali Tebas, Tangan Mahasiswa Makassar Langsung Putus
Hasan B/Tribun
Korban begal bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --  Imran (19) mahasiswa Teknik asal Kabupaten Enrekang, Imran  dihadirkan bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (26/02/2019) sore.

Pria berusia 19 tahun menjadi saksi korban atas dua pelaku  begal Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21).

Dalam persidangan yang dipimpin langsung Bambang Wicaksono dan dibantu dua hakim anggota, korban diminta menjelaskan kronologis kejadian.

Baca: Apa Kabar Kasus Begal Tebas Ayah dan Anak di Makassar? Bandingkan Dengan Kasus Potong Tangan

Imran menerangkan,  peristiwa itu terjadi ketika  pulang dari kampus Politeknik, tempat korban kuliah. Malam itu ia hendak menginap di rumah rekannya bernama Hairul tepatnya di Jl Datut Ribandang Dua, Kecamatan Tallo.

Sekitar pukul 11.30 Wita, korban tidak langsung masuk ke dalam rumah, karena pintu pagar rumah temanya dalam kondisi terkunci.

Korban lalu menelpon Haerul untuk dibukakan pintu pagar sembari duduk di atas job motornya yang terparkir di depan rumah.

"Tidak cukup sekitar 5 pak dua pelaku berbocengan datang menggunakan sepeda motor. Pelaku memakai cadar," kata Imran.

Korban mengaku awalnya tidak curiga jika kedua orang itu adalah pelaku begal. Tidak lama kemudian,  seorang pelaku tiba tiba berdiri dan menuju arah korban dan langsung mengeluarkan parang.

"Waktu saya mau diparangi dibagian belakang, saya langsung lompat dari motor dan lari," sebutnya.

Tetapi seorang laku diketahui bernama  Firman dengan mengenakan jaket hitam langsung mengejar korban. Sekitar 10 meter dari jarak motor, pelaku langsung mendapati korban.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved