Masih Yakin Video Diubah, Penasehat Hukum 15 Camat Cari Pelaku

Pemeriksaan 15 camat se-Makassar itu terkait video berisi dukungan ke pasangan capres nomor urut 1, Joko Widodo atau Jokowi-KH Maruf Amin.

Masih Yakin Video Diubah, Penasehat Hukum 15 Camat Cari Pelaku
Muh Abdiwan/Tribun
15 camat di Kota Makassar diperiksa di Bawaslu saat diepriksa beberapa waktu lalu. (Abdiwan) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu dari Badan Pengawas Pemilihan Umum/Bawaslu Sulsel telah memeriksa maraton 15 camat se-Kota Makassar, Jumat (22/2/2019).

Pemeriksaan 15 camat se-Makassar itu terkait video berisi dukungan ke pasangan capres nomor urut 1, Joko Widodo atau Jokowi-KH Maruf Amin.

Video berdurasi 1,27 detik itu menyebar di media sosial sejak Rabu (20/2/2019) malam.

Terkait video itu, Penasehat Hukum camat se-Makassar, Adnan Buyung Azis mengatakan, pihaknya masih meyakini video itu diubah oleh oknum tertentu.

Baca: Hamzah Hamid: Kasus Camat se-Makassar Dukung Capres Jadi Ujian Integritas Bawaslu

Baca: Ada Apa? Bawaslu Makassar Minta Pelapor 15 Camat se-Makassar Perbaiki Laporan

"Video itu sebenarnya soal bebas narkoba. Camat mengatakan mereka kumpul di satu tempat lalu buat acara milenia bebas narkoba. Kemudian di penutup mereka mengatakan Camat Makassar menyatakan bebas narkoba, harga mati, artinya bukan mendukung salah satu paslon," kata Adnan, Selasa (26/2/2019).

"Tapi tiba-tiba berubah jadi dukung paslon. Ini yang sementara kami cari yang membuat itu. Kalau memang ada akan kita serahkan semuanya ke Bawaslu, sejauh ini para camat juga cukup koperatif," tambahnya.

Ditanya tentang video asli yang dianggap telah diedit, Adnan mengaku Ia dan para camat juga tak tahu menahu.

"Kami tidak tahu dimana video itu sekarang karena dari hasil pemeriksaan Bawaslu, mereka meminta jika sekiranya ada video aslinya. Sementara para camat tak punya. Jadi sementara kita lagi usahakan untuk mencari itu. Kita juga mau melihat sebenarnya," kata dia.

Lanjut Adnan, dia ingin mengetahui terlebih dahulu bagaimana video asli sebelum diedit.

"Setelah itu baru kita bisa ambil keputusan. Kita mau tahu dulu, karena kan ada beberapa video yang disatukan. Itu kan tidak mungkin satu scene saja, ada beberapa take yang digabungkan, kita mau tahu itu," kata dia.

"Pak Camat mengaku juga tak tahu kenapa videonya tiba-tiba model begitu. Kita juga upayakan meminta ke camat untuk mencari yang merekam dan yang membuat, dan Bawaslu juga mau itu dihadirkan," sambungnya. (tribun-timur.com)

 laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved