Layanan dan Fasilitas Dikeluhkan, Kepala Puskesmas Lau Bantah Tudingan Warga

Keluarga pasien mengeluh, kondisi ruang perawatan dan toilet yang kotor, AC tidak berfungsi. Pengguna KIS juga diminta untuk membeli obat di apotik.

Layanan dan Fasilitas Dikeluhkan, Kepala Puskesmas Lau Bantah Tudingan Warga
handover
Kondisi toilet ruang perawatan Puskesmas Lau, Kabupaten Maros. Sampah, sapu dan timba ditumpuk. 

TRIBUN-MAROS.COM, LAU - Kepala Puskesmas Lau, Kabupaten Maros, Sri Syamsinar membantah tudingan keluarga pasien yang menyebut pelayanan dan fasilitas tidak maksimal, Selasa (26/2/2019).

Keluarga pasien mengeluh, kondisi ruang perawatan dan toilet yang kotor, AC tidak berfungsi. Pengguna KIS juga diminta untuk membeli obat di apotik.

Baca: Dikeluhkan, Lubang Jalan di Lau Maros Ditambal

Baca: Tetapkan APBDes, Desa Tenringangkae Maros Libatkan Warga

Syamsinar mengatakan, kondisi ruangan yang kotor bisa jadi diakibatkan oleh keluarga pasien. Pasalnya, pihak Puskesmas telah menyiapkan tempat sampah di depan ruangan.

Seharusnya, warga yang memiliki sampah, membuangnya di tempat yang telah ditentukan.

Petugas kebersihan kewalahan membersihkan, jika keluarga pasien kurang perhatian terhadap sampah.

Baca: Benarkah Prabowo Akan Kembalikan Ratusan Ribu Hektar Lahan Konsesi Usai Disinggung Jokowi?

"Petugas kebersihan kami hanya dua orang. Bayangkan saja, mereka harus membersihkan bangunan yang luas. Lantai satu dan dua harus dibersihkan. Mereka sudah berkerja maksimal," kata Syamsinar.

Selain ruangan, petugas juga membersihkan halaman Puskesmas, dua kali sehari. Mereka membersihkan saat pagi dan sore.

Puskesmas ingin menambah petugas kebersihan. Namun terkendala pada aturan. Petugas tersebut disiapkan oleh Pemkab Maros.

Baca: Diamanka Polsek Wara Utara Awal Januari, Pelaku Judi Online Kena Serangan Jantung

"Kami mau tambah jadi tiga orang. Tapi itu kan disiapkan oleh Pemkab. Mereka sudah maksimal membersihkan. Tapi kondisi bangunan yang luas dan besar," katanya.

Untuk pengguna KIS yang diminta beli obat di apotik, karena pihak Puskesmas tidak memiliki pilihan lain. Warga diminta beli obat, jika persediaan sudah habis.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved