Sepanjang 2019, Polres Gowa Tangani Lima Kasus Pencabulan

"Anak saya mengaku dipeluk, dicium, payudara diremas, hingga alat kelamin diraba oleh pelaku. Mereka menangis dan trauma di rumah," kata AR.

Sepanjang 2019, Polres Gowa Tangani Lima Kasus Pencabulan
ari maryadi/tribun timur
Sapri Dg Naba (33), pelaku pemerkosaan perempuan di bawah umur digelandang di Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Rabu (20/2/2019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kasus pencabulan terhadap perempuan mencapai lima kasus di wilayah Kabupaten Gowa selama tahun 2019.

Yang terbaru adalah kasus pencabulan yang dialami dua remaja bersaudara di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Minggu (24/2/2019) kemarin.

Baca: Jika Anda Ingin Tidur Nyenyak, Hindari 4 Jenis Makanan Ini untuk Dikonsumsi Jelang Tidur Malam

Kedua remaja yang berinisial AA (18) dan VW (14) ini mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari seorang kakek yang berkunjung ke rumahnya.

"Anak saya mengaku dipeluk, dicium, payudara diremas, hingga alat kelamin diraba oleh pelaku. Mereka menangis dan trauma di rumah," kata AR kepada Tribun Timur, Senin (25/2/2019).

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Hasmawati mengatakan, kasus ini sementara dalam proses penyelidikan. Korban juga telah menjalani visum di RS Bhayangkara.

Baca: Beda Pilihan di Pilpres, Lihat Detik-detik Sandiaga Uno Berlutut Depan Jusuf Kalla, Baru Terjadi

"Sementara kami lakukan penyelidikan terhadap pelaku. Korban telah melapor dan dibawa visum oleh anggota PPA," kata Aiptu Hasmawati kepada Tribun Timur.

Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, kepedulian dalam lingkup keluarga mesti ditingkatkan untuk menekan kasus pencabulan terhadap perempuan.

Baca: TRIBUNWIKI: Selain MotoGP, Sirkuit Mandalika Juga Gelar World Superbike! Berikut Produsen Motornya

Menurut perwira polisi dua melati ini, kepedulian antarkeluarga yang erat dapat menutup ruang pelaku yang hendak berbuat cabul ataupun persetubuhan.

"Kita perlu meningkatkan awareness terhadap anggota keluarga perempuan terutama anak-anak, supaya tidak memberi ruang kepada pelaku berbuat cabul bahkan persetubuhan," kata Shinto kepada Tribun Timur.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved